Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Jumat, 19 September 2014

Penjual Diserbu Konsumen, Omzet Meningkat 100%



RAMAI - Jelang puasa H-1 lapak penjual ayam di jalan Patimurai ramai diserbu konsumen.

*Fenomena Jelang Puasa H-1 di Lapak Penjual Ayam
Penjual Diserbu Konsumen, Omzet Meningkat 100%

Menjelang H-1 puasa kemarin, banyak konsumen berburu makanan untuk keperluan takjil maupun suhur pertama. Berbagai produk olahan makanan laris tak kecuali juga para pedagang ayam yang kebagian rezeki karena jualannya diserbu konsumen sehingga omzet penjualan meningkat 100%, tidak seperti hari biasa. Seperti apa?
Jelang puasa H-1 di sepanjang Jalan Patimura yang merupakan lapak penjual ayam diserbu konsumen, peristiwa seperti ini terjadi saat menjelang puasa dan menjelang lebaran atau sekira H-1. Bagi para pedagang ayam momentum seperti saat ini sangat ditunggu karena omzet penjualan pun bisa meningkat mencapai 100% dibanding hari-hari biasa. Selain omzet penjualan yang meningkat pendapatan para pedagangpun mengalami kenaikan yang signifikan karena harga ayam melambung tinggi yang rata-rata mencapai Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per ekor dibanding hari biasa.
Nadirin salah satu penjual ayam menjelaskan, bahwa banyak konsumen yang berburu ayam untuk menyambut datangnya bulan puasa atau masyarakat biasa menyebut megengang atau pasar kembang. "Ini merupakan fenomena tiap menjelang puasa dan lebaran, sepanjang jalan Patimura ini akan selalu dibanjiri konsumen yang berburu ayam untuk dijadikan menu untuk sahur dan berbuka puasa," ucapnya.
Disebutkan dengan banyaknya konsumen yang datang untuk membeli ayam, pihaknya dan sebagian besar pedagang ayam mendapat berkah tersendiri, karena mengalami peningkatan omzet penjualan mencapai 100% karena laris dibeli konsumen. "Alhmdulillah ayam yang saya bawa habis dibeli konsumen dan omzet pendapatan meningkat banyak," sebutnya dengan senang.
Untuk harga ayam sendiri menurutnya mengalami kenaikan signifikan dibanding hari biasa. Untuk ayam jago yang berusia sekitar 8 bulan ini biasanya dijual Rp65 ribu, kini meningkat menjadi kisaran Rp85 ribu, "Untuk ayam lainnya paling kami mengambil untung rata-rata sekitar antara Rp3000 sampai yang paling tinggi Rp15 ribu, walaupun dijual seperti itu konsumen tetap membeli kerena mereka menyadari setiap menjelang puasa pasti harga naik," jelasnya.
Dengan kenaikan harga tersebut dipastikan para pedagang ayam mengalami peningkatan omzet pendapatan dan konsumen pun tidak mempermasalahkanya karena mereka saling membutuhkan antara satu dengan yang lainya sehingga menambah kerukunan dalam menyambut puasa kali ini. (bunda manis)

0 komentar