Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label SAHAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAHAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Februari 2013

Penawaran Saham Perdana, Selesai


Penawaran Saham Perdana, Selesai
*PT MNC Sky Vision Tbk

JAKARTA - PT MNC Sky Vision Tbk (Perseroan) telah selesai melakukan masa Penawaran Saham Perdananya (IPO), dari tanggal 29 Juni hingga 3 Juli 2012. Sementara itu perseroan juga telah menyelesaikan roadshow internasional pada minggu lalu.
Dari hasil penawaran tersebut, terlihat respon sangat positif dari calon investor yang mencapai lebih dari USD520 juta dari sekitar USD228 juta yang ditawarkan.
Direktur Utama Perseroan, Rudy Tanoesoedibjo mengutarakan, “Terjadinya permintaan saham sebanyak ini merupakan salah satu indikasi utama keberhasilan IPO Perseroan. Dengan masuknya dana segar dari hasil IPO ini, kami semakin yakin untuk ke depannya kinerja perseroan akan lebih baik lagi, dimana kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada pelanggan.”
Lebih lanjut Rudy Tanoesoedibjo menambahkan, "Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para investor yang telah memberikan kepercayaan kepada perseroan. Sudah banyak rencana-rencana yang akan kami implementasikan seiring dengan berhasilnya IPO ini. Kami sangat yakin untuk ke depannya perseroan akan mampu memberikan imbal hasil yang sangat positif bagi para investor.”
Selama bulan April dan Mei 2012, jumlah pelanggan bertambah masing-masing sebanyak 39.000 dan 50.000 pelanggan sehingga telah mencapai 1.356.360 pelanggan per 31 Mei 2012. Perseroan memperkirakan jumlah pelanggan akan bertambah sekitar 55.000 pelanggan di bulan Juni, sehingga mencapai sekitar 1,41 juta pelanggan di akhir Juni 2012. Ini berarti pertumbuhan pelanggan perseroan adalah sekitar 144.000 pelanggan selama kuartal kedua 2012, atau rata-rata 48.000 pelanggan per bulan. Angka ini jauh melebihi (141%) dari target yang telah diproyeksikan sebelumnya di awal tahun, yaitu pertumbuhan sebesar 102.000 pelanggan baru selama kuartal kedua 2012 atau rata-rata 34.000 pelanggan per bulan. Berdasarkan data riset dari MPA (Media Partner Asia), perseroan menguasai sekitar 70% pangsa pasar TV berlangganan di Indonesia yang merupakan terbesar di industri ini.
Perseroan saat ini menayangkan 110 channel dimana lebih dari 20 channel. Diantaranya adalah exclusive channels dan beropeasi dengan sekitar 8.500 karyawan yang tersebar di kantor pusat dan 58 kantor cabang, dimana jumlah kantor cabang tersebut akan menjadi 80 kantor dalam waktu dekat.
Saham Perseroan direncanakan untuk memasuki lantai Bursa Efek Indonesia pada hari Senin tanggal 9 juli 2012 mendatang, dengan kode saham “MSKY”. (bunda manis)

Kamis, 03 Januari 2013

Unilever Indonesia Menangkan Capital Market Awards 2012


SERAHKAN - Agus Martowardojo, Menteri Keuangan RI menyerahkan penghargaan kepada Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.

Unilever Indonesia Menangkan Capital Market Awards 2012
*Kategori Emiten Saham

JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk, terpilih sebagai Emiten saham terbaik dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun, dalam Capital Market Awards 2012 yang diselenggarakan oleh Indonesia Capital Market Supervisory Agency dan Self Regulatory Organization (SRO).
Penghargaan dengan tema “Sustainable Growth to Maintain Attractiveness” ini diadakan untuk memberikan apresiasi kepada para Perusahaan Terbuka (emiten) yang menerapkan berbagai aspek bisnis berkelanjutan di perusahaannya, termasuk, kinerja dan strategi bisnis, serta good corporate governance.
Penghargaan untuk Unilever diserahkan oleh Agus Martowardojo, Menteri Keuangan RI kepada Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. pada Kamis (7/6) di Jakarta.
Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. mengatakan, "Kami sangat bersyukur terpilih menjadi Emiten saham terbaik dalam Capital Market Award 2012. Penghargaan ini merupakan salah satu bukti keberhasilan kami dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat, sustainable dan dengan tata kelola perusahaan yang baik."
"Unilever memiliki cita-cita untuk menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat di seluruh dunia secara sustainable. Untuk itu pada November 2010 Unilever secara global telah meluncurkan Sustainable Living Plan, yang merupakan strategi kami untuk menumbuhkan bisnis dua kali lipat, namun disaat yang bersamaan menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bisnis kami terhadap lingkungan serta meningkatkan manfaat yang diciptakan untuk masyarakat, mulai dari pemilihan bahan baku sampai ke penggunaan produk oleh konsumen," papar Maurits Lalisang.
Capital Market Awards 2012 ini merupakan gelaran yang keempat kali yang bertujuan memotivasi aspek-aspek bisnis berkelanjutan diantara para perusahaan terbuka (emiten). Tema tahun ini menitikberatkan pada pertumbuhan berkelanjutan, hal ini dipilih karena pertumbuhan berkelanjutan merupakan modal untuk mempertahankan sekaligus menarik investor. (dal)

Minggu, 02 Mei 2010

Membeli Saham Melalui Reksadana

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Jika ingin berinvestasi di saham, maka perlu pengetahuan yang cukup. Lantas, benarkah jika kita bisa membeli saham melalui reksadana dan untuk itu tidak perlu belajar khusus soal pasar modal. Dan juga jika membeli lewat reksadana apakah berarti reksadana itu akan membelikan saham sesuai dengan kehendak pembeli.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menuturkan, benar bahwa untuk orang-orang awam atau orang yang sibuk dan tidak memiliki pemahaman cukup soal seluk beluk investasi di pasar modal tapi ingin sekali investasi di pasar modal disarankan untuk melakukannya melalui reksadana. Alasannya, reksadana adalah lembaga yang memang didirikan khusus untuk mengelola dana masyarakat untuk diinvestasikan di pasar modal atau instrumen lainnya yang dibolehkan oleh otoritas atau Bapepam-LK.
Reksadana dikelola oleh orang-orang profesional yang paham sekali seluk beluk investasi portofolio. Mereka memahami karakter pasar, bisa membaca trend pasar dan mempunyai kiat atau strategi investasi untuk bisa meraih keuntungan yang optimal.
Dalam dunia pasar modal reksadana dikenal sebagai unit-unit investasi yang dikelola secara profesional oleh perusahaan manajer investasi. Dalam hal ini, manajer investasi menerbitkan unit reksadana untuk dijual ke masyarakat, dan selanjutnya dana masyarakat tadi diinvestasikan ke portofolio sesuai dengan kebijakan investasi yang ditetapkan. Reksadana ada yang bersifat tertutup (close end) dan ada yang terbuka (open end). Reksadana close end, hampir sama dengan instrumen saham dan diperdagangkan di bursa efek. Sedangkan reksadana open end berupa unit-unit investasi yang ditawarkan ke masyarakat berdasarkan kontrak investasi kolektif (KIK).
Di Indonesia, secara garis besar ada dua jenis reksadana yakni reksadana konvensional dan reksadana struktur khusus (structured fund). Dalam reksadana konvensional dikenal empat jenis reksadana yakni reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan reksadana campuran. Sedangkan reksadana struktur khusus meliputi reksadana terproteksi (protected fund), reksadana penjaminan (guaranteed fund), reksadana indeks (index fund) dan reksadana yang berinvestasi pada aset.
Kembali ke pertanyaan, apakah reksadana akan membeli saham sesuai dengan keinginan pembeli?Jelas tidak. Jika anda investasi di pasar modal melalui reksadana, maka anda harus memilih reksadana apa yang sesuai dengan tujuan investasi anda. Jika investor ingin investasi di saham maka reksadana yang sesuai adalah reksadana saham. Tapi bukan berarti, reksadana ini akan membeli saham sesuai dengan keinginan investor.Ingat bahwa uang yang dikelola reksadana bukan hanya uang satu atau dua orang investor, melainkan uang yang dimiliki oleh banyak investor yang membeli unit reksadana. Jadi jika hendak investasi di pasar modal melalui reksadana maka harus membeli unit reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi. Selanjutnya uang tadi, bersama uang investor lain yang juga membeli unit reksadana, akan dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi inilah yang terdiri dari orang-orang prefesional di pasar modal. Mereka akan mennginvestasikan uang Anda dengan strategi yang dinilai ampuh. Merekalah yang memilih saham-saham mana yang layak dibeli dan saham mana yang harus dihindari. Mereka juga akan menentukan kapan harus merubah portofolio, menjual dan membeli lagi. Dengan strategi investasi yang dijalankan, mereka akan memberikan imbal hasil optimal untuk anda. (dal)

Rabu, 24 Maret 2010

Membeli Saham Melalui Reksadana

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Jika ingin berinvestasi di saham, maka perlu pengetahuan yang cukup. Lantas, benarkah jika kita bisa membeli saham melalui reksadana dan untuk itu tidak perlu belajar khusus soal pasar modal. Dan juga jika membeli lewat reksadana apakah berarti reksadana itu akan membelikan saham sesuai dengan kehendak pembeli.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menuturkan, benar bahwa untuk orang-orang awam atau orang yang sibuk dan tidak memiliki pemahaman cukup soal seluk beluk investasi di pasar modal tapi ingin sekali investasi di pasar modal disarankan untuk melakukannya melalui reksadana. Alasannya, reksadana adalah lembaga yang memang didirikan khusus untuk mengelola dana masyarakat untuk diinvestasikan di pasar modal atau instrumen lainnya yang dibolehkan oleh otoritas atau Bapepam-LK.
Reksadana dikelola oleh orang-orang profesional yang paham sekali seluk beluk investasi portofolio. Mereka memahami karakter pasar, bisa membaca trend pasar dan mempunyai kiat atau strategi investasi untuk bisa meraih keuntungan yang optimal.
Dalam dunia pasar modal reksadana dikenal sebagai unit-unit investasi yang dikelola secara profesional oleh perusahaan manajer investasi. Dalam hal ini, manajer investasi menerbitkan unit reksadana untuk dijual ke masyarakat, dan selanjutnya dana masyarakat tadi diinvestasikan ke portofolio sesuai dengan kebijakan investasi yang ditetapkan. Reksadana ada yang bersifat tertutup (close end) dan ada yang terbuka (open end). Reksadana close end, hampir sama dengan instrumen saham dan diperdagangkan di bursa efek. Sedangkan reksadana open end berupa unit-unit investasi yang ditawarkan ke masyarakat berdasarkan kontrak investasi kolektif (KIK).
Di Indonesia, secara garis besar ada dua jenis reksadana yakni reksadana konvensional dan reksadana struktur khusus (structured fund). Dalam reksadana konvensional dikenal empat jenis reksadana yakni reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang dan reksadana campuran. Sedangkan reksadana struktur khusus meliputi reksadana terproteksi (protected fund), reksadana penjaminan (guaranteed fund), reksadana indeks (index fund) dan reksadana yang berinvestasi pada aset.
Kembali ke pertanyaan, apakah reksadana akan membeli saham sesuai dengan keinginan pembeli?Jelas tidak. Jika anda investasi di pasar modal melalui reksadana, maka anda harus memilih reksadana apa yang sesuai dengan tujuan investasi anda. Jika investor ingin investasi di saham maka reksadana yang sesuai adalah reksadana saham. Tapi bukan berarti, reksadana ini akan membeli saham sesuai dengan keinginan investor.Ingat bahwa uang yang dikelola reksadana bukan hanya uang satu atau dua orang investor, melainkan uang yang dimiliki oleh banyak investor yang membeli unit reksadana. Jadi jika hendak investasi di pasar modal melalui reksadana maka harus membeli unit reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi. Selanjutnya uang tadi, bersama uang investor lain yang juga membeli unit reksadana, akan dikelola oleh Manajer Investasi. Manajer Investasi inilah yang terdiri dari orang-orang prefesional di pasar modal. Mereka akan mennginvestasikan uang Anda dengan strategi yang dinilai ampuh. Merekalah yang memilih saham-saham mana yang layak dibeli dan saham mana yang harus dihindari. Mereka juga akan menentukan kapan harus merubah portofolio, menjual dan membeli lagi. Dengan strategi investasi yang dijalankan, mereka akan memberikan imbal hasil optimal untuk anda. (dal)

Kamis, 18 Maret 2010

Membuka Rekening Efek

PEKALONGAN - Investasi di pasar modal memang cukup menantang. Meski risikonya cukup besar, tapi potensi keuntungannya juga setimpal. Hanya saja orang yang ada di daerah tidak mungkin berinvestasi di pasar modal, karena jumlah kantor perusahaan broker tidak seperti bank. Kantor bank bisa sampai ke daerah tingkat dua, kotamadya atau kabupaten. Tapi kantor perusahaan pialang tidak ada yang sampai di daerah. Lantas, bagaimana Bursa Efek bisa menangani orang yang tinggal di daerah tetapi ingin investasi di pasar modal dan tidak bisa membuka rekening efek karena tidak ada kantor perusahaan efek di daerah.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan pertanyaan tersebut sekaligus menjadi keluhan yang beralasan. Industri pasar modal di Indonesia meskipun sudah lebih dari 32 tahun sejak aktif kembali pada 1977, sampai saat ini masih ketinggalan dibandingkan industri perbankan. Salah satu indikatornya seperti yang dibilang belum banyak kantor perusahaan efek yang membuka cabang di daerah tingkat kabupaten atau kotamadya. Kalaupun ada jumlahnya masih sangat terbatas, misalnya di Malang, Solo, Jember dan beberapa tempat lainnya.
Pertanyaannya mengapa kondisinya seperti itu? Ini tidak terlepas dari proses penerimaan masyarakat sendiri terhadap industri pasar modal. Masih banyak yang beranggapan investasi di pasar modal itu identik dengan spekulasi, main judi. Pemahaman ini salah kaprah. Akibatnya industri pasar modal berkembang lambat. Karena minat masyarakat investasi di pasar modal masih rendah, tentu saja perusahaan efek atau broker enggan membuka kantor cabang di daerah.
Apakah lantas hal seperti ini didiamkan saja? Tentu saja tidak. Kondisi ini ibarat telur dan ayam, mana yang ada terlebih dulu. Apakah masyarakat harus paham dulu tentang pasar modal, baru setelah itu perusahaan efek membuka kantor cabang di daerah ataukah perusahaan efek membuka cabang dulu sembari memberikan eduksi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tertarik dan bersedia investasi di pasar modal?
Dari sisi bisnis, perusahaan efek tentu berhitung jika harus membuka cabang di daerah, sementara daerah itu dinilai kurang potensial. Jika daerah dinilai tidak potensial dan marketable, bisa dimaklumi jika perusahaan efek tidak membuka cabang di daerah itu, karena biayanya besar.
Karena itu agar keinginan masyarakat daerah dapat berinvestasi di pasar modal terpenuhi maka sebelum perusahaan efek membuka kantor cabang, Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar program sosialisasi dan edukasi. Program seperti ini dilakukan terus menerus, kontinu dari waktu ke waktu. Jika masyarakat sudah memahami pasar modal maka hal ini akan merangsang perusahaan efek membuka kantor cabang disana.
Kembali ke pertanyaan, bagaimana dengan masyarakat di daerah yang sekarang ingin investasi di pasar modal? Apakah harus menunggu perusahaan efek membuka cabang di daerahnya? Tentu saja tidak. Sebab, perkembangan teknologi informasi kini telah memungkinkan orang di daerah melakukan transaksi melalui internet yang disebut dengan istilah online trading. Bisa juga membuka rekening efek secara online.
Namun secara legal, sebenarnya membuka rekening efek harus dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan di kantor perusahaan efek. Peraturan menyebutkan bahwa untuk membuka rekening efek harus dilakukan dengan tatap muka antara calon investor dengan wakil perusahaan efek. Jadi, meskipun pembukaan rekening efek untuk nasabah online bisa melalui internet, disarankan untuk membuka rekening efek melalui kantor cabang perusahaan efek yang terdekat. (dal)

Rabu, 24 Februari 2010

Memahami Corporate Action

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Dalam perusahaan dikenal istilah corporate action untuk meningkatkan kinerja atau performance, lantas bagaimana corporate action di bursa. Karena istilah ini sering muncul di koran atau majalah. Ada berapa jenis corporate action, apakah benar setiap corporate action mempengaruhi perubahan harga saham di bursa dan bagaimana dampak yang ditimbulkan.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menuturkan istilah corporate action jika diterjemahkan berarti aksi perusahaan atau langkah perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja atau menunjukkan performance baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Karena tujuannya meningkatkan kinerja atau performance, biasanya aksi korporasi selalu ditanggapi positif oleh pelaku pasar.
Setiap perusahaan yang ingin melakukan ekspansi biasanya selalu melakukan aksi korporasi yang bermacam-macam bentuknya. Yang namanya aksi perusahaan memiliki variasi beragam mulai dari pergantian manajemen perusahaan, pembagian dividen, stock split, reverse stock, merger, akuisisi, divestasi, penerbitan saham baru, pembagian saham bonus, dividen saham, share swap, debt share swap, private placement, hingga melakukan penyertaan di perusahaan lain.
Pada umumnya, semua jenis aksi perusahaan bersifat material sehingga setiap kali aksi korporasi digulirkan seringkali memberikan dampak terhadap perubahan harga saham di pasar. Karena setiap aksi korporasi berdampak material, maka Bapepam - LK mengatur dalam satu ketentuan khusus. Perlu diketahui bersama bahwa langkah emiten untuk melakukan keputusan corporate action harus disetujui dalam suatu rapat umum baik RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) ataupun RUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa). Persetujuan pemegang saham adalah mutlak untuk berlakunya suatu corporate action sesuai dengan peraturan yang ada di pasar modal.
Corporate action menimbulkan dampak yang positif terhadap perubahan harga saham. Artinya, harga saham emiten yang melakukan corporate action seringkali mengalami kenaikan. Dan karena itu pula, informasi tentang aksi korporasi selalu menjadi informasi yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. Bahkan ada kecenderungan, pelaku pasar mencari-cari informasi aksi korporasi agar bisa mencuri start untuk membeli saham lebih dulu di pasar. Hal ini pula yang memunculkan istilah buy on rumors, sell on the news.
Bagi sebagian besar pelaku pasar informasi tentang aksi korporasi merupakan informasi yang amat berharga. Siapa yang memperoleh informasi lebih dulu maka ia akan memperoleh peluang lebih besar untuk meraih capital gain. Dus, aksi korporasi adalah energi yang membuat investor lebih bersemangat belanja saham di bursa. (dal)

Jumat, 12 Februari 2010

Antara Saham, Tanah dan Emas

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Mengikuti pola pikir orang kuno, tapi masih terbukti relevan sampai saat ini, jenis investasi paling baik adalah membeli tanah atau emas. Selain aman, harganya selalu naik terus. Harga tanah tidak pernah turun. Bahkan, kalau terkena pembebasan harganya justru naik. Emas juga begitu, meski harga di pasar naik turun, tapi grafiknya menunjukkan trend naik. Lantas, apakah investasi di saham cukup aman dan bisa memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan investasi di tanah atau emas.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan pernyataan tersebut benar sekali. Hingga saat ini tanah dan emas memang merupakan instrumen investasi yang menarik. Harga tanah pada umumnya akan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Apalagi jika lokasi tanah tersebut terletak di tempat yang strategis, dekat dengan pusat keramaian, fasilitas sosial dan fasilitas umum, harganya bisa meloncat tinggi.
Demikian juga investasi emas, juga memiliki daya tarik yang tinggi. Emas sebagai logam mulia, harganya sering terapresiasi. Meskipun berflukuasi, harga emas cenderung bergerak dengan trend naik. Selain itu, investasi di tanah dan emas relatif tidak membutuhkan pengetahuan yang terlalu rumit.
Namun, bicara soal keamanan kita tidak bisa menjustifikasi bahwa investasi di tanah dan emas terjamin aman (risk free asset). Investasi dimanapun selalu mengandung risiko, tak terkecuali menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito. Investasi di tanahpun ada kandungan risikonya, misalnya surat-surat hilang, tanah diserobot orang, terkena gusur dan sebagainya. Kelemahan lain, investasi di tanah tidak likuid. Artinya jika sewaktu-waktu pemilik tanah perlu uang segar, tidak bisa sesegera mungkin mencairkannya. Butuh waktu untuk menjual tanah. Demikian pula investasi di emas, juga memiliki risiko. Misalnya emasnya hilang.
Sekarang bagaimana jika dibandingkan dengan investasi di saham, apakah investasi di saham bisa memberikan keuntungan lebih besar daripada investasi di tanah dan emas? Pertanyaan ini agak susah menjawabnya mengingat perbandingan yang ditanyakan tidak aple to aple. Instrumen investasi yang ditanyakan memiliki karakter yang jauh berbeda.
Meski begitu, untuk membuat satu perbandingan yang fair harus ada satu parameter yang sama. Dalam hal ini, kita mengasumsikan bahwa semua investasi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dan sama, misalnya 3 (tiga) tahun atau 5 (lima) tahun. Dengan begitu pertanyaannya menjadi begini, dalam jangka waktu lima tahun apakah investasi di pasar modal bisa memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan investasi di tanah atau emas?
Untuk menjawab secara fair dan obyektif, kita harus menggunakan tolok ukur pertumbuhan harga tanah, harga emas dan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam kurun lima tahun. Dari sana bisa dilihat apakah investasi di pasar modal bisa lebih menguntungkan atau tidak dibandingkan tanah dan emas. Selanjutnya terserah Anda mana lebih menarik dan sesuai dengan karakter Anda? (dal)

Erdhika Hadir di Pekalongan

Bayu Kusuma

PEKALONGAN - Perusahaan sekuritas yang membidik pasar online trading untuk memperluas basis nasabah terus bertambah. PT Erdikha Elit Sekuritas juga ikut terjun ke pasar online trading di Pekalongan yang diprediksi akan menjadi tren dan kebutuhan di masa mendatang.

PT Erdikha Elit Sekuritas membidik investor ritel dan nasabah di Pekalongan dengan hanya perlu modal minimal Rp 2,5 juta hingga Rp 50 jutaan.

Seperti dijelaskan Senior Equity Sales Erdikha Sekuritas di Pekalongan, Bayu Kusuma. "Minimal Rp 2,5 juta dan untuk opening awal personal paling tidak Rp 50 jutaan," ujarnya.

Dikatakan, PT Erdikha Elit Sekuritas berada dibawah PT Sucaco Tbk yang telah ikut di Jakarta Stock Exchange sejak 1982.

Kehadiran PT Erdikha Elit Sekuritas tentunya untuk meningkatkan jumlah dan cakupan wilayah serta memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perdagangan efek.

Dikatakan PT Erdikha Elit Sekuritas di Pekalongan, merupakan cabang kedua yang ada di Jawa Tengah setelah cabang yang ada di Solo. "Pekalongan merupakan cabang kedua setelah Solo," ungkapnya.

Pihaknya memilih Pekalongan dengan beragam pertimbangan yang sudah matang. "Di Pekalongan karena kami melihat market juga, sebab di kota-kota besar sudah biasa seperti Jakarta, untuk itu kami mencoba menggali kota-kota kecil," imbuh Bayu yang asli Jakarta. (dal)

Selasa, 02 Februari 2010

Membeli Saham BTN

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Di kabarkan BTN akan go public, nah kira-kira bagaimana caranya membeli saham BTN, berapa harganya dan dimana bisa membeli saham ini. Apakah saham BTN ini pasti memberikan keuntungan ketika masuk bursa nantinya.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menuturkan Bank Tabungan Negara (BTN) saat ini memang tengah menjalani proses untuk penawaran umum saham (go public). Dijadwalkan BTN akan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2009. Pemerintah sebagai pemegang saham telah sepakat dengan dua penjamin emisi yakni CIMB Securities dan Mandiri Sekuritas untuk menetapkan harga penawaran saham BTN sebesar Rp 800 per saham.
Bagi investor yang ingin membeli atau menginvestasikan saham uangnya di BTN, sebenarnya tidak cukup hanya berbekal informasi yang sangat minim itu. Sebelum memutuskan membeli saham di pasar perdana sebaiknya investor menilai dan melakukan analisa terhadap kinerja BTN. Bagaimana track record selama ini, bagaimana fundamental keuangannya, seberapa besar pertumbuhan laba yang bakal dicapai setelah go public, apakah kinerjanya akan selalu stabil, risiko apa saja yang bakal dihadapi jika membeli saham BTN, dan sebagainya.
Dengan berbekal informasi yang lengkap anda bisa membuat keputusan membeli atau tidak. Jika benar-benar memahami bahwa prospek saham BTN ini dan yakin bagus, tidak perlu ragu menanamkan uang disana. Tapi jika tidak yakin atau setengah yakin sebaiknya batasi dulu nilai investasi di sana. Untuk sementara bisa bersikap wait and see.
Bagaimana membeli saham BTN di pasar perdana. Ini berlaku prosedur pasar perdana. Dengan diterapkannya metode book building ada dua pintu masuk untuk membeli saham di pasar perdana. Pertama, investor bisa melakukan pemesanan dan ikut dalam proses book building. Pintu ini terbatas pada investor yang sudah memiliki rekening efek di perusahaan sekuritas yang menjadi anggota sindikasi penjamin emisi atau agen penjual. Investor bisa melakukan pemesanan melalui penjamin emisi dan atau agen penjual, dimana ia memiliki rekening efek. Pemesanan yang masuk melalui proses book building ini akan dipergunakan sebagai dasar penentuan harga perdana.
Alternatif kedua, investor melakukan pemesanan pada saat jadwal penawaran umum dibuka. Pemesanan bisa dilakukan di kantor-kantor maupun kantor cabang penjamin emisi dan anggota penjamin emisi ataupun melalui agen penjualan. Carilah kantor atau kantor cabang anggota penjamin emisi yang dekat dengan tempat tinggal. Disini investor memiliki waktu tiga hari untuk melakukan pemesanan. Pembayaran dilakukan sekaligus pada saat pemesanan.
Perlu dipahami pula yang namanya memesan belum tentu dapat semua. Jika Anda memesan untuk membeli 100 lot misalnya, bisa saja hanya mendapat 20 lot atau 10 lot. Ini tergantung besar kecilnya pemesanan yang masuk. Semakin tinggi jumlah pemesanan semakin kecil peluang untuk terpenuhinya pemesanan 100%.
Persoalan apakah saham BTN ini pasti akan memberi keuntungan tidak ada yang bisa memastikan atau menjaminnya. Banyak faktor yang menentukan kenaikan harga saham di pasar perdana. Selain fundamental dari perusahaan sendiri, faktor lain yang amat menentukan adalah kondisi pasar atau sentimen pasar. Jika yakin fundamental saham yang dibeli bagus, tidak perlu kuatir dengan kondisi pasar. Fundamental yang bagus biasanya menjadi jaminan terhadap peningkatan harga saham di pasar. Karena itu jangan lupa simak fundamental sebelum memutuskan membeli. (dal)

Minggu, 31 Januari 2010

Pengaruh Ekonomi Makro ke Pasar

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Dari beberapa tulisan di media banyak ulasan tentang ekonomi makro tahun 2010. Beberapa tulisan juga memprediksi soal pasar modal tahun 2010 dan dikaitkan dengan kondisi ekonomi makro. Nah, mengapa kondisi pasar modal selalu dikaitkan dengan ekonomi makro. Bisa dijelaskan bagaimana pengaruh ekonomi makro ke pasar modal.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menuturkan diskusi tentang pasar modal memang tidak bisa dipisahkan dengan pembahasan tentang ekonomi makro. Dalam analisa fundamental terhadap satu saham tertentu misalnya berawal dari kondisi ekonomi makro yang kemudian sampai ke kondisi sektor perusahaan tersebut sebelum akhirnya menganalisa performance perusahaan itu sendiri dan prospek sahamnya di pasar. Model seperti ini melihat persoalan dari atas ke bawah.
Seperti halnya Anda akan membangun sebuah perusahaan baru atau memulai bisnis baru. Anda tentu akan melihat bagaimana kondisi ekonomi makro secara keseluruhan, apakah kondusif, apakah mendukung untuk kemajuan usaha yang akan Anda lakukan dan seterusnya. Perusahaan yang akan melakukan ekspansi bisnis atau meningkatkan kapasitas produksi misalnya, akan menyimak bagaimana kondisi ekonomi makro yang akan bakal dihadapi.
Ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, posisi nilai tukar, dan sebagainya merupakan angka-angka yang dijadikan dasar pijakan dalam melakukan analisa, sebelum membuat keputusan.
Investasi di pasar modalpun juga begitu. Investor, Fund Manager pengelola dana atau pelaku pasar tidak akan serta merta membuat keputusan investasi tanpa dasar yang kuat. Mereka tidak akan langsung membeli saham dan atau obligasi dengan porsi tertentu jika tidak tahu tentang kondisi ekonomi yang akan dihadapi tahun depan.
Gambarannya begini. Misalnya, investor sedang mempertimbangkan untuk membeli atau menginvestasikan dananya di saham perbankan. Tentu nanti akan dipilih saham bank mana yang paling prospek dan menjanjikan untung. Tapi sebelum sampai ke sana, ia akan melakukan analis bagaimana kondisi ekonomi makro ke depan? Apakah kondisi ekonomi makro akan mendukung bagi pertumbuhan bisnis perbankan? Berapa pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan agar perbankan bisa menyalurkan kredit secara optimal? Berapa tingkat bunga kredit dan deposito? Ini semua akan menentukan pertumbuhan dari pendapatan perbankan tersebut. Dari sana investor akan tahu seberapa besar pertumbuhan kinerja yang akan dicapai oleh perbankan dan seberapa besar potensi gain yang nantinya akan diperoleh jika membeli saham perbankan.
Analisa yang sama juga berlaku pada saham sektor lainnya, selalu berangkat dari kondisi ekonomi makro. Karena itu, prediksi tentang pasar untuk satu tahun ke depan juga dimulai dari kondisi ekonomi makro yang bakal dihadapi. Jika pertumbuhan ekonomi sesuai target dan dilalui tanpa gejolak atau tekanan pasar maka bisa jadi pasar juga akan tumbuh sesuai prediksi. (dal)

Rabu, 27 Januari 2010

Bukan Hanya Untuk Pemula

PEKALONGAN - Pasar perdan, katanya lebih aman dan kemungkinan untung juga besar. Benarkah begitu? Lantas, apakah pasar perdana hanya untuk investor pemula yang belum pengalaman main di bursa. Kira-kira apa yang perlu diketahui sebelum membeli saham di pasar perdana.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, adanya persepsi bahwa pasar perdana hanya untuk investor pemula adalah hal yang wajar. Adanya anggapan, lebih dikarenakan membeli saham di pasar perdana relatif lebih aman, faktor risiko di pasar perdana lebih kecil dibandingkan pasar sekunder. Investor bisa membeli saham pada harga yang telah direkomendasi oleh penjamin emisi. Disisi lain tingkat keuntungannya tidak kalah dibandingkan pasar sekunder.
Jadi persepsi di atas sama sekali tidak benar. Saham yang dijual di pasar perdana bukan hanya untuk investor pemula. Tidak sedikit investor kakap yang belanja saham di sini. Tidak sedikit investor kawakan yang juga antusias berebut di pasar perdana. Bahkan manajer investasi yang mengelola reksadana juga banyak yang bermain di pasar perdana. Apalagi jika perusahaan yang akan terjun ke bursa dikenal sebagai perusahaan yang bagus, sehat dan memiliki track record tidak tercela.
Masih segar dalam ingatan di akhir tahun 1980-an, awal hingga pertengahan tahun 1990-an dan tahun 2007-an lalu, pasar perdana senantiasa tidak pernah sepi dari peminat. Bahkan, begitu antusiasnya minat investor, setiap perusahaan yang akan masuk bursa selalu diserbu, tanpa pandang bulu apakah perusahaan itu bagus atau tidak. Di era akhir 1980-an atau awal 1990-an, antusiasme masyarakat membeli saham di pasar perdana pernah dimanfaatkan perusahaan untuk mengeruk dana murah sebesar-besarnya dari masyarakat. Perusahaan yang kurang sehatpun go public untuk mendapatkan dana publik.
Karena itu, meski pasar perdana relatif lebih aman dibandingkan pasar sekunder, investor sebaiknya tidak kehilangan kewaspadaannya. Ada beberapa tips – hasil rangkuman pendapat dari investor dan analis yang perlu diketahui :
Teliti sebelum membeli. Ini sangat klasik, tapi investor sekaliber apapun tidak bisa mengabaikan hal ini. Simak bagaimana performance calon Emiten dalam tiga tahun berturut-turut baik dari sisi pertumbuhan revenue, laba bersih, ekuitas, utang, aset serta nilai bukunya. Perhatikan apakah ada pertumbuhan yang tidak wajar atau tidak.
Untuk mengukur performance tadi, yang paling gampang adalah melihat dengan menggunakan analisis ratio. Bandingkan hasil analisis ratio tadi dengan rata-rata Emiten di sektor yang sama.
Perhatikan size saham yang ditawarkan. Ini penting untuk bisa mengukur apakah saham ini bisa ditransaksikan dengan tidak wajar atau tidak saat masuk pasar sekunder. Jika semua itu sudah dilakukan, Anda baru menentukan porsi dana yang akan diinvestasikan di pasar perdana tersebut.
Ingat! penjatahan di pasar perdana tidak selalu sesuai dengan jumlah pemesanan yang dilakukan. Ini sangat tergantung pada seberapa besar penawaran yang masuk. Nah, jika memang sudah yakin, silahkan berinvestasi di pasar perdana. Semoga Anda menikmati. (dal)

Selasa, 26 Januari 2010

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif

JELASKAN - Dr Edison Hulu selaku Chief Economist PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menjelaskan, didampingi moderator A Asep Syarifudin GM Radar Pekalongan dalam acara workshop.

PEKALONGAN - Indonesia menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif pada akhir 2009 ini.
Seperti dikatakan Dr Edison Hulu selaku Chief Economist PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam acara workshop bagi wartawan di Hotel Nirwana yang diselenggarakan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Pekalongan PT Bursa Efek Indonesia, Rabu (16/12).
"Pada Desember 2009 ini hanya tiga negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif, yakni Indonesia, China dan India," jelasnya.
Dijelaskan, dalam hal ini pertumbuhan ekonomi dilihat dari persentase pergerakan indeks bursa saham global per 11 Desember 2009. Dimana Indonesia (JCI) memiliki persentase 85,86%, China (shanghai SE) 78,34%, India (BSE Sensex) 77,45%.
"Negara ini menjadi tumpuan harapan perbaikan ekonomi dunia, karena memiliki jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan yang tinggi," ungkapnya.
Menurutnya, negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar maka akan memiliki kekuatan pasar yang juga besar. "China yang paling besar memberi stimulus. Yang mana kunci pokoknya ada pada manusia," tambahnya.
Dibawah ketiga negara tersebut terdapat Singapura (STI) dengan pergerakan indeks bursa saham global sebesar 58,99%, Hongkong (Hang Seng) 52,23%, Korea (KOSPI) 47,35%, Australia (All Ord), 27,11%, USA (DJIA) 19,31%, UK (FT100) 18,66%, Japan (Nikkei 225) 14,09%.
Sementara disinggung permasalahan Bank Century, dirinya berpendapat bahwa penyelamatan bank sangat dibutuhkan agar tidak berakibat pada rush pada semua sisi. "Penyelamatan Bank Century sangat dibutuhkan pada saat itu, jika tidak dilakukan maka semua akan rush," tegasnya.
Fanny Rifqi El Fuad selaku Kuasa Perwakilan PIPM Pekalongan menuturkan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memberikan informasi terkini tentang pasar modal bagi wartawan di Pekalongan. "Ini adalah workshop yang ketiga di Pekalongan, yang bertujuan memberikan informasi terkini mengenai industri pasar modal di Indonesia khususnya paska gejolak krisis keuangan di Indonesia," ungkapnya.
"Ternyata tidak seperti yang diduga oleh kebanyakan pengamat bahwa pasar modal kita telah pulih dengan naiknya IHSG di level 2.500 yang berarti 80% dari bulan Januari," bebernya. (dal)

PIPM Gelar Workshop Wartawan

Fanny Rifqi El Fuad

PEKALONGAN - Rabu (16/12) pagi ini Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Pekalongan PT Bursa Efek Indonesia menggelar workshop bagi wartawan di Hotel Nirwana.
Acara akan dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 12.00 dengan narasumber Dr Edison Hulu selaku Chief Economist PT BEI.
Fanny Rifqi El Fuad selaku Kuasa Perwakilan PIPM Pekalongan menuturkan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memberikan informasi terkini tentang pasar modal bagi wartawan di Pekalongan. dengan topik pembicaraan Pasar Modal Indonesia Pasca Gejolak Krisis Finansial Global.
Pihaknya berharap segenap tim reporter media yang terdaftar untuk ikur berpartisipasi sebagai peserta pada acara tersebut. (dal)

Minggu, 10 Januari 2010

Transaksi Odd Lots

Fanny Rifqy El Fuad

PEKALONGAN - Dalam jual beli saham di bursa dikenal istilah odd lot. Dimana odd lot ini tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler. Jika seorang investor yang memiliki saham odd lots, bagaimana cara untuk menjualnya atau mentransaksikannya. Lantas bagaimana.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan dalam kegiatan jual beli saham di bursa dikenal adanya satuan perdagangan yang disebut dengan lot, dimana satu (1) lot mewakili 500 lembar saham. Dengan satuan perdagangan itu berarti transaksi minimal yang bisa dilakukan oleh investor adalah satu lot atau 500 lembar. Bagi investor baru, ia harus membeli saham, apapun jenisnya, minimal satu lot, lebih boleh, kurang tidak bisa.
Meski begitu dalam fakta sehari-hari masih ditemukan adanya kepemilikan saham yang jumlahnya kurang dari 500 lembar. Nah, satuan jumlah saham yang jumlahnya lebih kecil dari satuan perdagangan saham di Bursa Efek disebut dengan odd lot. Karena jumlahnya kurang dari satu satuan perdagangan maka saham tersebut tidak dapat diperdagangkan di Pasar Regular. Ada papan khusus yang menyediakan transaksi odd lots.
Pertanyaannya, darimana investor mendapat saham odd lot, bukankah pembelian minimal satu lot, mengapa saham odd lot kok bisa terdistribusi ke investor. Jika disimak dari struktur penawaran umum saham (initial public offering) memang tidak mungkin ada investor yang menawarkan atau menjual saham di bawah satu satuan perdagangan. Jadi jika saham odd lot ditelusuri dari proses IPO atau penawaran umum, maka tidak bakal diketahui.
Namun jika penelusuran dilakukan pada saham-saham atau Emiten yang telah melakukan corporate action, maka disanalah sumber penyebaran saham odd lots dapat dilacak. Sebab, beberapa jenis corporate action memang berpotensi memunculkan kepemilikan saham odd lot di investor (publik). Beberapa corporate action itu misalnya pembagian saham bonus, reverse stock dan juga penawaran umum terbatas (right issue).
Jenis aksi korporasi yang paling memungkinkan melahirkan saham odd lot adalah penggabungan saham (reverse stock). Misalnya saja seorang investor yang memiliki 32 lot saham PT ABCD. Ternyata manajemen PT ABCD melakukan aksi korporasi berupa reverse stock dengan perbandingan lima (5) saham menjadi satu (1) lembar saham. Efek dari reverse stock ini membuat jumlah saham beredar menyusut menjadi seperlima. Jika semula investor tadi memiliki saham 32 lot, maka setelah reverse stock jumlah kepemilikannya menjadi hanya 6 lot plus 200 lembar. Bisa dilihat jika semula investor tidak memiliki saham odd lot, maka kini ia memiliki saham odd lot sebanyak 200 lembar.
Aksi korporasi lain yang juga berdampak munculnya saham odd lot adalah pembagian saham bonus. Anda bisa hitung sendiri kemungkinan itu. Jika seorang investor yang memiliki saham XYZ sebanyak 20 lot atau 10.000 lembar, lantas kemudian manajemen XYZ memutuskan membagi saham bonus dengan perbandingan 3 : 2 misalnya maka kebijakan inipun akan memunculkan kepemilikan saham odd lot. Dengan perbandingan saham bonus 3::2 berarti setiap 3 saham lama mendapatkan 2 saham bonus. Nah, jika investor memiliki 10.000 saham lama maka ia akan mendapatkan sekitar 6666,667 saham bonus. Dengan satu lot sama dengan 500 lembar berarti investor yang mempunyai 20 lot saham akan mendapatkan 13 lot plus 166,67 lembar. Artinya ada saham odd lot sebanyak 166 lembar saham (dibulatkan ke bawah).
Bagaimana menjual saham odd lot? Saham odd lot harus dijual di papan odd lot. atau jika Anda memiliki rekan sesama investor yang memiliki saham yang sama maka Anda bisa menggabungkannya sehingga terpenuhi satu satuan perdagangan sebesar 1 lot. Tentu saja istilah menggabungkan disini hanyalah sebuah penyederhanaan semata, karena proses untuk menggabungkan itu harus dilakukan melalui transaksi tutup sendiri (crossing transaction). (dal)

Senin, 28 Desember 2009

Pasar Negosiasi

PEKALONGAN - Kalau kita membeli atau menjual barang biasanya sebelum sepakat, ada proses tawar menawar harga terhadap barang yang ditransaksikan. Ada proses negosiasi antara pihak pembeli dan penjual. Nah, apakah dalam membeli saham di Bursa Efek pembeli dan penjual bisa melakukan tawar menawar.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan bahwa aktifitas jual beli efek di Bursa Efek memiliki beberapa papan perdagangan. Jika Anda perhatikan berita-berita di koran atau media elektronik itu sebagian besar merupakan hasil dari transaksi yang bersifat reguler karena itu juga disebut Pasar Reguler atau papan reguler. Mekanisme transaksi di Pasar Reguler berlaku ketentuan umum untuk pasar reguler. Investor beli hanya bisa memberikan order beli saja dan investor jual hanya menyampaikan order jual saja. Dalam pasar regular, tidak ada proses tawar menawar antara pembeli dan penjual, karena pembeli dan penjual tidak bisa melakukan komunikasi langsung.
Meski begitu bukan berarti proses tawar menawar dalam transaksi saham tidak bisa dilakukan. Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam hal ini memiliki fasilitas perdagangan berupa Pasar Negosiasi. Pihak–pihak yang melakukan transaksi, antara penjual dan pembeli bisa melakukan komunikasi dan negosiasi melalui perusahaan brokernya masing-masing.
Perdagangan saham di Pasar Negosiasi dilaksanakan melalui proses tawar-menawar secara individu (negosiasi langsung) antar AB atau nasabah melalui satu AB atau antara satu nasabah dengan AB atau antara AB dengan KPEI yang bagaimanapun juga persetujuan tawar-menawarnya harus diproses melalui JATS.
Dalam transaksi saham di Pasar Negosiasi berlaku ketentuan, seperti, saham yang diperdagangkan menggunakan satuan unit saham. Fraksi harga tidak dapat dipakai, tetapi direkomendasikan sebagai dasar transaksi harga saham di Pasar Reguler. Harga didasarkan pada kesepakatan.
Selain itu, transaksi yang dipertemukan tidak mempengaruhi perhitungan indeks seperti yang mereka lakukan di pasar reguler. Tanggal Penyelesaian didasarkan pada persetujuan antara pihak penjual dan pembeli. Jika tidak terjadi persetujuan maka mengikuti aturan T + 3.
Dalam peraturan tampak bahwa transaksi yang terjadi di Pasar Negosiasi tidak terikat dengan fraksi harga seperti halnya di Pasar Regular, dan transaksi dilakukan berdasarkan harga kesepakatan. Gambarannya begini. Saham ABC di Pasar Regular ditransaksikan di Rp 2.350. Harga transaksi yang terjadi di Pasar Regular ini tidak bisa dipakai sebagai acuan untuk transaksi di Pasar Negosiasi.
Kendati harga saham di Pasar Regular tercatat Rp 2.350, investor jual bisa saja mematok harga jual di Rp 2.500 setiap lembar sahamnya bergantung kesepakatan. Order jual itu jelas lebih mahal dibandingkan Pasar Regular. Tidak mungkin order jual di pasar negosiasi diajukan lebih murah dibandingkan di Pasar Regular. Begitu pula order beli tidak mungkin diajukan lebih mahal dibanding Pasar Regular.
Investor yang ingin membeli di harga lebih murah daripada di Pasar Regular hanya perlu melakukan order di Pasar Negosiasi. Jika ada investor yang tertarik ingin menjual maka ia akan mengajukan order jual untuk saham yang sama. Atau melalui brokernya masing-masing bisa melakukan negosiasi hingga mencapai kata sepakat. Begitu juga untuk order penjualan. Jadi Pasar Modal juga memberikan ruang kepada investor untuk melakukan transaksi melalui proses negosiasi. (dal)

Selasa, 17 November 2009

Memahami Penurunan IHSG

PEKALONGAN - Sebagai orang awam tentu penting sekali pemahaman tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan bursa efek. Seperti tentang indeks harga saham di bursa. Sering terdengar dan tertulis tentang indeks Dow Jones naik, indeks Dow Jones turun. Begitu juga di Indonesia, sering mendengar kalimat indeks BEI turun sekian poin atau naik sekian poin. Lantas apa artinya indeks naik atau indeks turun.
Serta faktor apa saja yang menyebabkan turunnya harga saham, seperti yang terjadi pekan lalu di BEI. Apakah penurunan harga saham itu ada kaitannya dengan penurunan indeks saham.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, Indeks harga saham gabungan (IHSG) sebenarnya merupakan indikator perdagangan yang dipakai untuk mengukur kinerja sebuah bursa saham atau bursa efek. Disebut sebagai indeks harga saham gabungan, karena ia merupakan indikator hasil gabungan dari seluruh indeks perusahaan (individu) yang tercatat di bursa yang dihitung berdasarkan satu formula tertentu.
Pada dasarnya, jika IHSG turun berarti kinerja pasar secara keseluruhan turun. Meski begitu, jika IHSG turun bukan berarti seluruh saham harganya turun. Sebab, setiap saham memberikan kontribusi yang berbeda-beda terhadap IHSG. Ada yang memberikan kontribusi 16%, ada yang 3%, tapi ada juga yang bobotnya hanya 0,1%, tergantung besar kecilnya perusahaan. Jadi, jika IHSG turun masih ada kemungkinan saham-saham yang harganya naik.
Penurunan harga saham memiliki keterkaitan yang erat dengan penurunan indeks (IHSG). Turun naiknya indeks selalu dipicu oleh turun naiknya harga saham. Jika mayoritas harga saham turun, maka kemungkinan besar indeks juga turun. Begitu sebaliknya jika mayoritas harga saham naik maka kemungkinan besar indeks juga akan meningkat.
Lantas, faktor apa yang menjadi pemicu naik turunnya harga saham. Jika dipilah menjadi dua besar, maka faktor penyebabnya adalah eksternal dan internal. Eksternal berarti faktor-faktor di luar kendali manajemen perusahaan, misalnya stabilitas ekonomi makro, keamanan, politik dan lainnya termasuk kondisi ekonomi global. Turunnya indeks sepekan kemarin lebih dipicu oleh faktor eksternal yakni efek dari turunnya indeks bursa dunia, dalam hal ini bursa Wall Street di Amerika Serikat.
Sedangkan faktor internal, lebih banyak bersumber dari masalah yang dikendalikan manajemen. Beberapa faktor internal misalnya kualitas produk, kebijakan pemasaran, keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, kondisi cash flow perusahaan dan lain-lain. Faktor internal ini sering disebut dengan faktor fundamental perusahaan. Jika dirunut lebih detil, faktor-faktor penyebab naik turunnya indeks di atas bisa lebih bervariasi. (dal)

Selasa, 03 November 2009

Antara Harga Saham dan Nilai Saham

PEKALONGAN - Kalau diperhatikan daftar harga saham yang ada di media massa, cukup banyak saham yang harganya murah di bawah Rp 200 atau di bawah Rp 100. Tapi, anehnya saham yang murah-murah ini jarang ada transaksi, kalaupun ada kecil sekali. Disisi lain ada banyak saham yang harganya mahal, tapi nilai transaksinya besar sekali. Yang menjadi pertanyaan, mengapa harga saham murah jarang yang mau beli, sebaliknya mengapa harga saham yang mahal, banyak sekali investor yang beli. Ini bisa dilihat dari nilai dan volume transaksi yang setiap hari ada di media massa.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, kita memang harus cukup jeli dalam mengamati hal ini. Memang betul ada fenomena yang tersebut. Banyak saham yang harganya murah tapi jarang investor yang mau membeli atau bertransaksi, tapi banyak saham yang harganya mahal tapi justru banyak investor yang membeli atau mentransaksikannya.
Untuk memahami penjelasan ini, sebaiknya dibedakan antara pemahaman harga saham dengan nilai saham. Harga saham disebut murah bukan berarti harganya rendah, sebaliknya harga saham yang disebut mahal bukan berarti harganya tinggi. Disini ada dua terminilogi yang berbeda antara harga dan nilai.
Lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut. Kita coba membandingkan dua jenis perusahaan yang bergerak di sektor yang sama dengan size yang sama. Kondisi lainnya bersifat cateris paribus. Perbedaan dua perusahaan ini hanya terletak pada jumlah sahamnya saja dan harga saham di pasar. Perusahaan PT XYZ memiliki modal disetor Rp 100 miliar dengan total jumlah saham sebanyak 1 miliar lembar dan nilai nominal Rp 100. Harga saham XYZ di pasar ditransaksikan pada harga Rp 200.
Sementara PT ABC yang bergerak di sektor yang sama memiliki modal disetor Rp 100 miliar, tapi jumlah sahamnya 100 juta lembar. Harga saham XYZ di pasar diperdagangkan pada Rp Rp 1.500.
Sekilas tampak bahwa saham PT ABC lebih mahal dibandingkan saham PT XYZ. Padahal yang sebenarnya tidaklah begitu. Kapitalisasi pasar PT XYZ mencapai Rp 200 miliar, sedangkan PT ABC hanya Rp 150 miliar. Dari sisi ini tampak bahwa sebenarnya harga saham PT XYZ di pasar Rp 200 lebih mahal dibandingkan dengan harga saham PT ABC yang Rp 1.500. Secara logika, investor akan lebih suka membeli saham PT ABC meskipun harganya Rp 1.500, karena masih lebih murah dibandingkan PT XYZ.
Begitupun dengan fenomena yang terjadi di pasar modal. Dua jenis saham di sektor yang sama yang satu harganya Rp 8.000-an dan yang satu lagi harganya Rp 150-an. Hal ini bukan berarti saham yang harganya Rp 150-an lebih murah dibandingkan dengan saham yang harganya Rp 8.000-an. Nilai Rp 150 memang lebih rendah dibandingkan Rp 8.000, tapi ini bukan berarti lebih murah. (dal)

Rabu, 21 Oktober 2009

Pasar Perdana dan Pasar Gelap

PEKALONGAN - Dalam kaitan dengan perusahaan yang melakukan penawaran umum atau go public, terkadang terdengar tentang istilah pasar perdana, pasar gelap dan pasar sekunder. Mungkin hal itu pernah pernah disinggung. Kira-kira apa pegertian dari pasar perdana dan pasar gelap.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, pasar perdana adalah pasar pertama kali saham ditawarkan ke publik, dan transaksinya bersifat satu arah yakni investor sebagai pembeli atau pemesan dan emiten, melalui penjamin emisi dan agen penjualan, sebagai penjual. Jadi transaksi yang terjadi bukan antara investor dengan investor, melainkan investor dengan emiten.
Dalam pasar perdana, investor yang memesan saham akan mendapatkan sesuai dengan sistem penjatahan yang diterapkan oleh pihak penjamin emisi. Jika dalam pemesanan terjadi oversubscribed, berarti tidak semua jumlah pemesanan bisa dipenuhi. Bisa saja saham yang diperoleh dalam penjatahan hanya setengah, sepertiga, seperempat atau bahkan hanya sepersepuluh dari jumlah pemesanan. Ini semua tergantung seberapa oversubscribed yang terjadi. Bukan tidak menutup kemungkinan ada investor yang sama sekali tidak mendapatkan saham dalam penjatahan.
Investor yang tidak mendapatkan saham sesuai dengan jumlah yang dipesannya maka ia harus menunggu untuk membeli lagi saat saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder. Disisi lain, antara pasar perdana dengan pasar sekunder terdapat jeda waktu beberapa hari. Nah, dalam jeda waktu itulah bisa terjadi apa yang disebut dengan istilah pasar gelap atau grey market atau black market. Sesuai dengan istilahnya, pasar ini merupakan pasar yang tidak resmi, dan tidak didukung oleh perangkat peraturan pasar modal.
Meski begitu, dalam realitas apa yang disebut dengan pasar gelap itu memang bisa saja terjadi terutama terhadap saham-saham yang diminati investor. Transaksi saham dilakukan ’’di bawah tangan’’ berdasarkan kesepakatan antara investor yang sudah mendapatkan saham dalam masa penjatahan dengan investor yang memang sangat antusias untuk membeli. Tentu saja harga saham yang ditransaksi lebih tinggi dibanding saat penawaran di pasar perdana. Investor yang berani melakukan pembelian di pasar gelap selalu beranggapan bahwa harga di pasar gelap pasti lebih murah dibanding saat saham tersebut masuk di pasar sekunder.
Pasar sekunder merupakan tempat diperdagangkannya yang telah dicatatkan di bursa. Dengan kata lain pasar sekunder merupakan pasar dimana investor dapat melakukan jual beli efek setelah efek tersebut dicatatkan di bursa. Jadi pasar sekunder merupakan kelanjutan dari pasar perdana. Dalam pasar sekunder ini, investor bisa membeli saham dengan volume berapa saja sesuai dengan kemampuan keuangannya.
Tidak seperti pasar perdana, aktifitas di pasar sekunder diatur dengan perangkat aturan yang sangat ketat dan dalam pengawasan oleh otoritas pasar. Dengan begitu, transaksi yang terjadi di pasar sekunder berjalan secara wajar, sehat, aman dan efisien. Setiap kejadian yang dianggap tidak wajar akan mendapat perhatian otoritas pasar yakni bursa efek. Jika dianggap perlu bursa efek bisa menghentikan perdagangan saham untuk sementara sampai diperoleh kejelasan apa yang menjadi penyebab ketidakwajaran tersebut. (dal)

Senin, 12 Oktober 2009

Pialang yang Baik

PEKALONGAN - Beberapa orang tentunya memiliki keinginan untuk berinvestasi melalui saham. Hingga mencari berbagai informasi kepada orang yang memahami tentang bursa saham. Bahkan sebagian ada yang mengatakan, jika saat ini merupakan momen yang pasa untuk berinvestasi di saham. Lantas, apakah benar sekarang merupakan waktu yang tepat. Ditambah dengan adanya kasus perusahaan pialang pada awal tahun ini, beberapa orang menjadi ragu. Pertanyaannya bagaimana cara memilih pialang yang baik.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, niat anda untuk menginvestasikan sebagian dana di pasar saham patut disambut baik. Pasar modal kita saat ini memang sedang membutuhkan investor lokal seperti anda dalam jumlah yang besar. Prinsipnya, semakin banyak investor domestik yang menginvestasikan dananya di bursa saham maka semakin baik efeknya terhadap industri pasar modal dan perekonomian secara nasional.
Pendapat teman anda yang mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang baik untuk masuk ke pasar sebenarnya pendapat yang relatif, tergantung dari sudut pandang mana melihatnya. Secara tehnikal, saat ini posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat kenaikan relative tinggi, sekitar 78%. Namun, secara makro kondisi ekonomi Indonesia relatif stabil. Di level internasional, kondisi negara-negara maju yang terkena krisis pada 2008 mulai menunjukkan perbaikan.
Jika memang anda sudah siap mental dan memahami risiko yang dihadapi dalam investasi di pasar saham, selanjutnya anda harus menghubungi kantor sekuritas (pialang) Anggota Bursa (AB) yang memberikan jasa sebagai perantara pedagang saham. anda harus membuka rekening efek dan memberikan deposit sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan sekuritas tersebut.
Mau tidak mau, suka tidak suka, proses pembukaan rekening efek di perusahaan efek (sekuritas) ini harus dilakukan. Sebab, transaksi atau aktifitas jual beli saham hanya bisa dilakukan melalui perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB).
Lantas, bagaimana memilih perusahaan pialang yang baik? Ini bukan pertanyaan mudah. Sebab, pada dasarnya setiap perusahaan pialang AB memiliki kesamaan antara satu dengan yang lain. Format pelayanan yang diberikan juga standar. Persoalannya kembali kepada anda, apakah semata-mata menginginkan sebagai jasa perantara transaksi (discount broker) ataukah anda menghendaki pelayanan yang lengkap (full service broker).
Tentu perbedaan jasa pelayanan akan menentukan besaran fee yang harus dibayar investor. Bagi investor yang hanya menggunakan broker semata-mata sebagai perantara transaksi, fee-nya lebih murah dibandingkan full service broker. Sebaliknya, perusahaan broker yang memberikan pelayanan penuh akan memungut fee lebih mahal. Tapi, dengan membayar sedikit mahal anda akan mendapat banyak fasilitas misalnya hasil riset, rekomendasi hingga nasehat investasi. Selanjutnya terserah anda, mau pilih yang mana. (dal)

Pialang yang Baik

PEKALONGAN - Beberapa orang tentunya memiliki keinginan untuk berinvestasi melalui saham. Hingga mencari berbagai informasi kepada orang yang memahami tentang bursa saham. Bahkan sebagian ada yang mengatakan, jika saat ini merupakan momen yang pasa untuk berinvestasi di saham. Lantas, apakah benar sekarang merupakan waktu yang tepat. Ditambah dengan adanya kasus perusahaan pialang pada awal tahun ini, beberapa orang menjadi ragu. Pertanyaannya bagaimana cara memilih pialang yang baik.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan, niat anda untuk menginvestasikan sebagian dana di pasar saham patut disambut baik. Pasar modal kita saat ini memang sedang membutuhkan investor lokal seperti anda dalam jumlah yang besar. Prinsipnya, semakin banyak investor domestik yang menginvestasikan dananya di bursa saham maka semakin baik efeknya terhadap industri pasar modal dan perekonomian secara nasional.
Pendapat teman anda yang mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang baik untuk masuk ke pasar sebenarnya pendapat yang relatif, tergantung dari sudut pandang mana melihatnya. Secara tehnikal, saat ini posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat kenaikan relative tinggi, sekitar 78%. Namun, secara makro kondisi ekonomi Indonesia relatif stabil. Di level internasional, kondisi negara-negara maju yang terkena krisis pada 2008 mulai menunjukkan perbaikan.
Jika memang anda sudah siap mental dan memahami risiko yang dihadapi dalam investasi di pasar saham, selanjutnya anda harus menghubungi kantor sekuritas (pialang) Anggota Bursa (AB) yang memberikan jasa sebagai perantara pedagang saham. anda harus membuka rekening efek dan memberikan deposit sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan sekuritas tersebut.
Mau tidak mau, suka tidak suka, proses pembukaan rekening efek di perusahaan efek (sekuritas) ini harus dilakukan. Sebab, transaksi atau aktifitas jual beli saham hanya bisa dilakukan melalui perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB).
Lantas, bagaimana memilih perusahaan pialang yang baik? Ini bukan pertanyaan mudah. Sebab, pada dasarnya setiap perusahaan pialang AB memiliki kesamaan antara satu dengan yang lain. Format pelayanan yang diberikan juga standar. Persoalannya kembali kepada anda, apakah semata-mata menginginkan sebagai jasa perantara transaksi (discount broker) ataukah anda menghendaki pelayanan yang lengkap (full service broker).
Tentu perbedaan jasa pelayanan akan menentukan besaran fee yang harus dibayar investor. Bagi investor yang hanya menggunakan broker semata-mata sebagai perantara transaksi, fee-nya lebih murah dibandingkan full service broker. Sebaliknya, perusahaan broker yang memberikan pelayanan penuh akan memungut fee lebih mahal. Tapi, dengan membayar sedikit mahal anda akan mendapat banyak fasilitas misalnya hasil riset, rekomendasi hingga nasehat investasi. Selanjutnya terserah anda, mau pilih yang mana. (dal)