Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Rabu, 17 September 2014

Lulusan Analis Kesehatan, Prospektif



GLADI - Peserta wisuda saat gladi bersih Wisuda ke XII di Hotel Dafam Pekalongan, Rabu (17/9).

Lulusan Analis Kesehatan, Prospektif

PEKALONGAN - Lulusan analis kesehatan tetap memiliki prospek yang luas di masa depan. Karena saat ini kebutuhan akan tenaga analis sangat besar di masyarakat, baik sektor swasta maupun negeri.
Demikian diungkapkan Direktur Akademi Analis Kesehatan (AAK), dr Tuti Suparyati MKes, saat gladi bersih Wisuda XII AAK di Hotel Dafam Pekalongan, Rabu (17/9).
"Masih sangat luas sekali kesempatan bagi lulusan analis kesehatan. Banyak yang sudah bekerja lulusan dari AAK Pekalongan. Karena memang kebutuhan tenaga analis sangat besar dibandingkan lulusan analis kesehatan. Di Pantura saja baru ada AAK Pekalongan," ujarnya yang didampingi Pembantu Direktur I Abdul Ghofur SKM MKes(epid), Pembantu Direktur II Suparyati MKes dan Pembantu Direktur III Fitrianingsih SKM MSi Med.
Disebutkan, wisuda yang dilaksanakan pada Kamis (18/9) tahun 2014 ini, AAK Pekalongan melantik 38 mahasiswanya dan menyandang gelar Ahli Madya Analis Kesehatan. Untuk selanjutnya menggunakan ilmu yang sudah diperolehnya dengan sebaik-baiknya. Tiga lulusan terbaik masing-masing yakni, Fatima Barek Ruron dengan IPK 3,73, Ayu Andriani 3,73, dan Nur Fidiyah N 3,71.
AAK Pekalongan yang sebelumnya berada di Jalan Raya Tirto ini telah berdiri sejak Oktober 2000 dan kini telah memiliki kampus sendiri di Jalan Ade Irma Suryani nomor 6 Pekalongan.
"Terapkan dan amalkan ilmu yang sudah saudara peroleh dengan landasan iman, ketakwaan, kejujuran dan profesionalisme dalam arti yang seluas-luasnya," pesannya untuk para wisudawan.
Dirinya juga berharap kepada peserta wisuda untuk selalu mengembangkan wawasan dan selalu belajar secara terus-menerus sehingga akan memberikan sumbangsih kepada almamater.
"Kembangkan wawasan saudara dengan belajar dan terus belajar dari diri sendiri, lingkungan kerja, masyarakat luas dan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga kelak saudara dapat membawa nama baik AAK Pekalongan," ungkapnya.
Ditambahkan, keberhasilan AAK Pekalongan dalam meluluskan mahasiswanya merupakan jerih payah segenap civitas akademika yang selalu berjuang. "Ini keberhasilan AAK Pekalongan dalam menjalankan fungsi Tri Dharma Peguruan Tinggi serta berkat rahmat Allah SWT," pungkasnya. (bunda manis)

Tugas Polisi Sangat Rawan



DIALOG - Nurul Huda SH MHum, saat memimpin jalannya kuliah umum dan dialog interaktif bersama Anggota Kompolnas Dr Hamidah Abdurrachman SH MH.

Tugas Polisi Sangat Rawan
*Kuliah Umum dan Dialog Interaktif

UNIKAL - Tugas anggota polisi sangatlah rawan dengan pelanggaran. Hal itu mengingat polisi merupakan perangkat hukum yang memiliki kewenangan yang sangat khas.
Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Dr Hamidah Abdurrachman SH MH, dalam kuliah umum dan dialog interaktif bersama mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Pekalongan (Unikal), Jumat (12/9).
"Tugas polisi sangatlah rawan, karena dia memiliki kewenangan yang sangat khas, terutama dalam hukum. Semua laporan yang diterima polisi, bisa menjadi hitam dan putih," ujarnya.
Bahkan, saat ini polisi indetik dengan simbol kekerasan yang selalu melekat padanya. Dicontohkan, seperti polisi selalu membawa senjata api, pentungan dan lain sebagainya. "Itu semua merupakan simbol-simbol yang dekat dengan kekerasan."
Disebutkan oleh Hamidah, beberapa kategori pelanggaran yang bisa terjadi dan dilakukan oleh polisi. Seperti, pelayanan yang buruk
. Banyak kasus yang terjadi dan dilaporkan ke kompolnas, katanya, tetapi itu berhubungan dengan pelayanan yang buruk kepada masyarakat. "Citra polisi sejak dulu seperti itu, maka dari itu harus diubah menjadi lebih baik. Seperti slogannya, melayani masyarakat," lanjutnya.
Pelanggaran berikutnya, kata Hamidah, terjadi diskriminasi kasus. Seperti banyak kasus yang terjadi dalam pelanggaran lalu lintas. Anak menteri, anak artis terkena kasus hukum, tetapi tidak atau jauh tersentuh oleh hukum. "Penegakan hukum masih seperti pisau yang hanya tajam ke bawah," tegasnya.
Penyalahgunaan wewenang, menurutnya, juga menjadi daftar kasus tersendiri bagi kompolnas
 karena hampir terjadi dimana-mana. Selain itu banyak tersangka yang mengalami tindak kekerasan. "Terkadang saya berpikir, percuma ada kompolnas. Kalau seperti ini."
Adapula, rekayasa kasus. Banyak hal yang terjadi di lapangan. "Sering kami mendengar hal itu," katanya.
Menduduki tingkat teratas yakni kasus korupsi yang dilakukan anggota polisi. Tentu saja itu menjadi pukulan tersendiri bagi polisi, yang sedang memperbaiki citranya menjadi lebih baik. "Kasus terbesar diantaranya simulator SIM. Dan dari situ terungkap banyak hal yang dilakukan oleh anggota."
Hamidah mengkritisi, bahwa semua itu tidak serta merta menjadi kesalahan para anggota. Namun pemerintah juga turut menjadi penyebab dalam terjadinya pelanggaran-pelanggaran tersebut. "Pemerintah tidak sepenuh hati ingin polisi menjadi lebih bersih. Kalau ingin polisi bersih, maka penuhi dulu saran dan prasarana serta kesejahteraannya yang saat ini masih sangat jauh," bebernya.
Sementara itu Pakar dan Dosen Hukum Unikal Nurul Huda SH MHum menyatakan, sebelumnya terbayangkan tugas anggota Kompolnas itu enak dan nyaman karena dengan berbagai fasilitasnya. Namun setelah mendengar paparan tersebut, dirinya berubah pikiran. "Begitu saya pikir lebih dalam, tentunya anggota Kompolnas penuh dengan resiko dan ancaman. Sebab persoalan tugas polisi tidak sederhana. Daya dukung anggaran negara juga harusnya lebih besar." (bunda manis)

New Sarimbit Terbaru, Semakin Laris




TERBARU - New Sarimbit terbaru semakin laris di pasaran.

New Sarimbit Terbaru, Semakin Laris

WIRADESA - Perkembangan fashion batik seakan tiada pernah berhenti. Seperti saat ini muncul New Sarimbit terbaru yang semakin laris diburu konsumen.
Demikian dikatakan Khusnul Khotimah, owner Batik Rayhan di International Batik Center (IBC) Wiradesa Pekalongan.
Menurutnya, New Sarimbit ini berbahan dasar katun yang terkenal adem dan tidak panas. Hal itu menjadi nilai tersendiri di mata konsumen. "Bahannya adem dan enak dikenakan."
Ditambahkan, tersedia aneka New Sarimbit dengan berbagai ukuran dan harga yang terjangkau, mulai dari Rp80 ribuan. "Harga segitu sudah dapat dua potong baju cowok dan cewek," ujarnya.
New Sarimbit, imbuhnya, menjadi pilihan konsumen karena kebanyakan saat ini konsumen mencari pakaian yang bisa dikenakan bersama pasangannya, dengan harapan akan terlihat harmonis. Selain itu, modelnya juga cukup variatif, utamanya untuk cewek.
Selain New Sarimbit, pihaknya meyediakan kemeja, hem serta baju kerja wanita, anak-anak yang modelnya tak kalah menarik dan selalu terbaru. "Kalau tidak percaya buktikan saja," tutur alumni STAIN Pekalongan ini.
Dirinya berharap, kompleks IBC akan semakin ramai, apalagi pada 2 Oktober mendatang merupakan Hari Batik Dunia yang selalu dirayakan di Pekalongan. "Semoga pas hari batik nanti akan banyak pengunjung di IBC, sehingga kami yang memiliki kios akan mendapat berkah rezeki juga," beber ibu dari Muhammad Afif. (bunda manis)

Jaminan Tenaga Kerja Penting



PENJELASAN - Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Edy Syahrial tengah memberikan penjelasannya.

Jaminan Tenaga Kerja Penting

DAFAM - Jaminan ketenagakerjaan menjadi sangat penting, tidak hanya bagi para pekerja, namun juga akan memudahkan para pengusaha dalam memberikan jaminan kesejahteraan kepada pekerja.
Demikian dikatakan Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jateng DIY, Edy Syahrial, dalam Gathering Bank Jateng dengan BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Dafam, Selasa (9/9) yang diikuti pengusaha, mitra usaha Bank Jaeng, dan instansi perusahaan.
"Allah dan nabi saja memerintahkan untuk merencanakan masa depan secara lebih baik. Karena dalam kehidupan selalu ada resiko, baik kesehatan, sosial dan ekonomi," tuturnya.
Ditambahkan, instrumen BPJS berkerja dari anak-anak sampai dewasa. Sehingga dirasa sangat penting untuk menjadi jaminan di kemudian hari, terutama bagi orang-orang yang bekerja. Menurutnya, jangan sampai ketika sesoernag sudah tidak mampu mencari nafkah, kehidupan masa tuanya terlunta-lunta.
"Banyak tenaga kerja, setelah hari tua hidupnya menumpang kepada sanak saudara. Nah, setidaknya BPJS bisa memberikan solusi disitu," bebernya.
Disebutkan, dalam BPJS memberikan berbagai jaminan. Mulai dari jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.
Sementara itu, Direktur UMum Bank Jateng, Radjim menuturkan, pihaknya bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam usahanya mensejahterakan masyarakat. BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan usaha milik pemerintah pusat, sementara itu Bank Jateng merupakan badan usaha milik pemerintah daerah. "Jadi sama-sama milik pemerintah, dan memiliki visi mendukung dan meningkatkan pembangunan daerah untuk mengangkat perekonomian daerah utamanya usaha kecil menengah sehingga mampu berkarya dan mensejahterakan masyarakat luas."
Disebutkan, untuk menambah kenyamanan masyarakat luas, pihaknya berusaha memperbaiki kinerja, pelayanan sehingga masyarakat semakin mudah dalam bertransaksi dengan lembaganya.
"Bank Jateng akan menambah kantor-kantor layanan di masyarakat, dan pada tahun 2018 ditargetkan setiap kecamatan akan ada layanan dari Bank Jateng, baik layanan secara fisik, maupun menggunakan teknologi yang ada.
Jadi walaupun tidak ada kantor Bank Jateng, tapi pelayanan bisa dirasakan bersama di masyarakat, dengan mengajak agen-agen untuk bekerjasama dengan kami," terangnya. (bunda manis)