Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Rabu, 01 April 2009

Keuntungan Investasi di Obligasi


PEKALONGAN - Ada sebuah pertanyaan bahwa instrumen investasi di pasar modal tidak hanya saham saja. Ada instrumen lain yang disebut obligasi. Apa bedanya antara saham dan obligasi. Mana yang lebih menguntungkan dan mana yang lebih berisiko. Bisakah dijelaskan apa keuntungannya jika kita investasi di obligasi.
Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan menjelaskan bahwa instrumen investasi di pasar modal memang tidak hanya berupa saham. Ada instrumen lain yakni obligasi dan ada juga produk-produk derivatif. Masing-masing instrumen memiliki karakter yang berbeda, risiko yang berbeda dan karenanya juga memiliki tingkat imbal hasil yang berbeda.
Saham pada dasarnya adalah bukti kepemilikan atas perusahaan. Jika Anda memiliki saham PT ABC, maka berarti Anda ikut memiliki perusahaan tersebut. Sebagai pemilik, Anda mempunyai hak-hak tertentu, misalnya hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), hak mendapatkan dividen dan hak-hak lain yang melekat sebagai pemegang saham.
Sedangkan obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan. Karena itu, pemegang atau pemilik obligasi berhak atas bunga yang dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi. Bunga biasanya dibagikan dalam waktu tiga bulan sekali, yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan sebelumnya.
Mana yang lebih untung dan mana yang lebih berisiko antara saham dengan obligasi? Jawaban atas pertanyaan ini sangat relatif. Dalam investasi kita mengenal sebuah paradigma, high risk, high return, low risk, low return. Semakin besar risiko yang dihadapi, semakin tinggi potensi keuntungan yang bakal diraih, juga sebaliknya, semakin rendah risiko, semakin rendah pula potensi keuntungan yang dapat diraih. Dalam hal membandingkan obligasi dengan saham, jelas obligasi memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dari saham. Itu berarti potensi keuntungan obligasi lebih rendah dibandingkan saham. Tapi bukan berarti, saham lebih menguntungkan dibandingkan obligasi.
Sebagai sebuah instrumen investasi, obligasi menawarkan beberapa keuntungan menarik antara lain. Memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon bunga. Hal ini merupakan ciri utama obligasi, dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan berupa bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi, umumnya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan deposito. Sebagai tambahan, pembayaran bunga obligasi harus didahulukan sebelum perusahaan membayar dividen kepada pemegang saham. Disamping itu, dalam posisi perusahaan penerbit mengalami likuidasi atau bubar, maka pemegang obligasi memiliki hak yang lebih tinggi atas kekayaan perusahaan dibanding dengan pemegang saham.
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya kupon yang diterima investor dapat berupa; kupon dengan tingkat bunga tetap, kupon dengan tingkat bunga mengambang, dan kupon dengan tingkat bunga kombinasi. Bisa juga obligasi diterbitkan tanpa kupon bunga yang disebut dengan istilah zero coupon bond.Contoh, PT ABC menerbitkan obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 20% selama 5 tahun. Investor A membeli sebanyak 3 obligasi dengan denominasi Rp 50 juta. Dengan kondisi tersebut, maka Investor A akan memperoleh penghasilan sebesar 3 x (20% x 50 juta) yaitu Rp 30 juta setiap tahun atau penghasilan sebesar Rp 7,5 juta setiap tiga bulan.
Keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain). Disamping penghasilan kupon, pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika ia menjual lebih tinggi dibanding dengan harga belinya maka tentu saja pemegang obligasi tersebut mendapatkan selisih yang disebut dengan capital gain. Jual beli obligasi dapat dilakukan di pasar sekunder melalui para dealer atau pialang obligasi. Jual beli obligasi dinyatakan dalam bentuk prosentase atas harga pokok obligasi. (Tim BEI/dalal muslimin)

Pendapatan BTEL Meningkat 67,8%


**Bakrie Telecom Bukukan Kenaikan Pendapatan Perusahaan di 2008
JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kembali mencatatkan pendapatan kotor perusahaan yang mengesankan yaitu meningkat 67,8% pada tahun 2008. Dalam laporan keuangan perusahaan kuartal ketiga yang disampaikan ke Bapepam dan Bursa Efek Indonesia, pendapatan kotor perusahaan mencapai Rp 2.805,3 miliar atau naik 67,8% dibanding pencapaian pendapatan kotor perusahaan tahun sebelumnya sebesar Rp 1.672,0 miliar.
Kenaikan tersebut terutama didorong faktor kenaikan laju pertumbuhan pelanggan yang mencapai 91,2%. Diakhir tahun 2007 jumlah pelanggan Bakrie Telecom baru mencapai 3,8 juta sedangkan akhir 2008 jumlah ini meningkat mencapai 7,3 juta pelanggan.
Pertumbuhan pendapatan kotor ini diikuti pula dengan kenaikan pendapatan bersih. Di tahun 2008 Bakrie Telecom mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2.202,3 miliar. Jumlah ini meningkat 70,7% dibanding pencapaian pendapatan bersih perusahaan tahun 2007 sebesar Rp 1.289,9 miliar.
Pencapaian positif diperlihatkan pula dari EBITDA perusahaan. Jika pada tahun 2007 EBITDA perusahaan sebesar Rp 545,4 miliar maka pada 2008 EBITDA perusahaan tumbuh 50,9% menjadi Rp 822,7 miliar.
Sementara itu laba operasional perusahaan naik 19,0% dari Rp 318,3 miliar di tahun 2007 menjadi Rp 378,6 miliar di tahun 2008. Kenaikan laba operasional ini mengakibatkan laba bersih Bakrie Telecom di tahun 2008 mencapai Rp 136,8 miliar.
Pada tahun 2008, BTEL membukukan kerugian kurs sebesar Rp 44,5 miliar, menyusul melemahnya nilai tukar dari Rp 9.419 menjadi Rp 10.950 per US Dollar. Namun ini lebih merupakan dampak dari belanja modal dalam US Dollar yang dilakukan perusahaan selama tahun 2008. Sementara untuk hutang dalam mata uang asingnya, Bakrie Telecom telah melakukan lindung nilai.
Menurut Anindya N Bakrie, Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk, faktor dominan yang mempengaruhi pencapaian pertumbuhan pelanggan di tahun 2008 adalah upaya Bakrie Telecom memperkuat positioning perusahaan sebagai operator yang inovatif dan sederhana dalam menetapkan struktur pentarifan percakapan telepon maupun perhitungan tariff sms.
“Terobosan penting yang kami lakukan terutama pada saat Bakrie Telecom memperkenalkan tariff sms Rp 1 per karakter. Inovasi ini mendapatkan respons yang sangat luar biasa dari masyarakat karena tidak saja mendorong laju pertumbuhan pelanggan tapi juga mengakibatkan kenaikan trafik pengiriman sms secara signifikan sehingga berakibat positif dalam neraca penerimaan perusahaan”, jelas Anindya.
Selain itu, Anindya juga melihat keberhasilan Bakrie Telecom untuk tetap mengeluarkan program-program marketing yang unik dan menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Program-program marketing ini semakin memperkuat brand image maupun awareness masyarakat sehingga mereka memilih produk Bakrie Telecom.
Selama tahun 2008 Bakrie Telecom gencar memperkenalkan berbagai varian hape tematik yang ditujukan pada segmen masyarakat tertentu, seperti Hape Esia Hidayah dan Hape Esia Slank. Kehadiran hape tematik ini selain menunjukkan langkah inovasi juga kejelian perusahaan dalam menggaet segmen komunitas masyarakat yang ternyata sangat potensial.
Meskipun iklim persaingan semakin ketat, Anindya tetap optimis pencapaian positif dan target perusahaan sebesar 10,5 juta pelanggan di tahun 2009 tetap dapat tercapai. Diakuinya tantangan Bakrie Telecom adalah bagaimana mempertahankan semangat inovasi sehingga dapat menyajikan produk-produk yang lebih baik, lebih cepat dan dengan harga yang terjangkau.
Karena itu kedepannya Bakrie Telecom menurut Anindya akan tetap mempertahankan positioning perusahaan sebagai operator yang sederhana dan inovatif. Bakrie Telecom pun akan dapat mensinergikan layanan interlokal dan internasional sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pelanggan, dalam hal ini tentu saja berupa layanan telekomunikasi yang terjangkau dan berkualitas serta memenuhi komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu upaya perusahaan untuk memperluas wilayah layanan secara nasional terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pembangunan jaringan di 55 kota pada akhir bulan September 2008 maka dalam 3 bulan terakhir Esia & Wifone telah menambah 9 kota lagi sehingga total jumlah kota yang dilayani di tahun 2008 berjumlah 64 kota.
Ke 9 kota baru tersebut meliputi meliputi Magelang, Pekalongan, Temanggung, Demak, Kudus, Manado, Tondano, Tomohon dan Airmadidi. Melalui tambahan daerah baru di berbagai kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, Bakrie Telecom menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memenuhi persyaratan dalam modern licensing sekaligus membuktikan keinginan kuat perusahaan untuk melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat Indonesia. (dalal muslimin)

Rp 2 M Untuk Bantu UKM

DALAL MUSLIMIN

PEKALONGAN - Sebagai bentuk perhatian dari dunia perbankan kepada sektor usaha kecil menengah. BPR Sejahtera Artha Sembada yang ada di Jalan KH Mansyur Pekalongan bekerjasama dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Jakarta memberikan kucuran dana bantuan berupa kredit sebesar Rp 2 Miliar kepada para nasabahnya yang bergerak di usaha kecil menengah.
MN Bernadin selaku Direktur menjelaskan, bahwa kredit ini diberikan kepada pengusaha kecil menengah untuk mencoba mengentaskan kemiskinan di Pekalongan. "Program ini secara tidak langsung membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan," jelasnya.
Dijelaskan, bahwa dari jumlah bantuan sebesar Rp 2 Miliar tersebut sudah disalurkan sebesar Rp 1,4 M selama satu tahun. Beberapa diantaranya, bantuan diserahkan kepada PA Wisma Rini Panjang, PA Musolini, KONI Pekalongan dan SAR Sotong Pekalongan.
BPR Sejahtera Artha Sembada juga memberikan bantuannya melalui beberapa program yang ada didalamnya.Seperti dengan program Kredit Kartini Mandiri (KKM) dan Kredit Kepedulian Bakul Sejahtera (KKBS) yang merupakan pinjaman produktif.
Kredit Kartini Mandiri (KKM) yang ditujukan khusus kepada kaum wanita. Dengan pengelompokan tertentu anggota KKM mendapat pinjaman minimal Rp 500 ribu dan maksimal Rp 1 juta. Kelebihannya, KKM menggunakan sistem renteng. Yakni anggota yang satu bisa mendapat sokongan dari anggota yang lain bila tidak bisa mengangsur.
Sedangkan Kredit Kepedulian Bakul Sejahtera (KKBS). Kkhusus untuk bakul, pedagang asongan, pedagang kaki lima dan pedagang pasar tiban. KKBS ini terbagi menjadi dua, KKBS tanpa jaminan dan KKBS jaminan. Tanpa jaminan maksimal pinjaman Rp 1 juta. Sedangkan dengan jaminan sampai dengan Rp 5 jutaan.
Selain itu, BPR Sejahtera Artha Sembada juga membantu sertifikasi kepada 130 KK. Beberapa UKM yang mendapatkan bantuan kredit tersebut seperti di Pujasera Sragi, Pedagang Asongan Batik di sekitar stasiun Pekalongan dan pedagang-pedagang disekitar rumah sakit, sekitar lapangan Mataram, dan lain sebagainya. (dalal muslimin)

Dealer Telkomsel Bantu Pemasaran

DALAL MUSLIMIN
BERI ARTI - Kehadiran dealer Telkomsel memberikan arti tersendiri bagi pelanggannya.

PEKALONGAN - Untuk memberikan layanan terbaiknya dalam pelayanan penjualan. Kehadiran dealer Telkomsel yang berada di Jalan Urip Sumoharjo memang cukup membantu dalam menaikkan branding dan pemasaran. Terutama bagi para pemilik counter yang melayani jual beli voucher pulsa isi ulang Telkomsel melalui M-Kios.
Tri Ulfia, Sales Counter Dealer Telkomsel menjelaskan bahwa fungsi dari dealer tersebut untuk melayani pembelanjaan produk-produk Telkomsel. Terutama untuk voucher isi ulang baik fisik maupun tronik, dari para pemilik counter maupun langsung ke pengguna.
Diungkapkan bahwa dealer yang setiap harinya buka dari pukul sembilan pagi hingga lima sore. Merupakan milik dari CV Multintes dan di Pekalongan terdapat 2 dealer untuk kota dan kabupaten. "Di Batang ada satu dealer," jeasnya.
Meskipun hanya melayani isi ulang voucher Telkomsel baik Simpati maupun As. Dealernya juga memberikan bantuan dan informsi yang diperlukan oleh konsumen yang memerlukannya. "Selain itu, juga menerima complain konsumen meskipun tidak semua," jelasnya.
Terkait branding membranding. Dikatakan, bahwa operator seluler perlu untuk melakukan branding. Sebab pada dasarnya sebagai salah satu cara memperkenalkan produk kepada masyarakat. Sehingga diharapakan konsumen akan cepat mengetahui bila ada program maupun produk-produk terbaru. (dalal muslimin)