Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kamis, 03 Januari 2013

Indotera Day Wujud Nasionalisme


DOK
SOSIAL - Program Indotera 2025 diwujudkan dalam bentuk acara yang bertajuk “Fun Bike Telkom Vision Indotera Day”, hasil kerjasama antara Telkom Vision dengan Kementerian Sosial untuk membangkitkan rasa kesetiakawanan sosial sebagai spirit menuju Indonesia sejahtera.

Indotera Day Wujud Nasionalisme
*Rangkaian Kegiatan Fun Bike Telkom Vision Indotera Day di 10 Regional Office Telkom Vision.


SEMARANG - Telkom Vision mewujudkan kepedulian terhadap kesetiakawanan sosial dalam bentuk dukungan program kementerian sosial yang bertajuk Indotera 2025.  Indotera 2025 merupakan kepanjangan dari Menuju Indonesia Sejahtera 2025 yang merupakan sebuah instrumen proses tranformasi dan restorasi pembangunan nasional bidang kesejahteraan sosial dari pendekatan yang bersifat konvensional ke arah perubahan dengan pendekatan yang bersifat modern (tersktruktur, sistematik, progresif, dan humanis).
Dengan semangat Gowes To Care, Program Indotera 2025 tersebut diwujudkan dalam bentuk acara yang bertajuk “Fun Bike Telkom Vision Indotera Day”, hasil kerjasama antara Telkom Vision dengan Kementerian Sosial untuk membangkitkan rasa kesetiakawanan sosial sebagai spirit menuju Indonesia sejahtera. Kegiatan fun bike dan program Indotera Day ini dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri dan Direktur Utama Telkom Vision, Elvizar KH serta dihadiri oleh Komisaris Utama dan jajaran Direksi Telkom Vision lainnya pada 20 Mei lalu di Gelanggang Renang Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Program Indotera Day tersebut berlanjut dengan dikampanyekan serentak di wilayah regional office Telkom Vision lainnya yaitu Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Tengah, Sumatera Bagian Selatan, Jawa Barat. Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali Nusa Tenggara, Kalimantan, Kawasan Indonesia Timur dalam bentuk kegiatan “Semangat Gowes To Care, Fun Bike Telkom Vision Indotera Day”.
”Kegiatan ini adalah salah satu dari rangkaian kemeriahan pesta ulang tahun Telkom Vision yang ke-15. Sebagai wujud syukur karena telah mencapai usia 15 Tahun dan tekad bulat kami untuk meraih 2,5 juta pelanggan. Dengan corporate tagline Nice & Easy, Telkom Vision terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia sehingga diharapkan dapat mengukuhkan eksistensinya di tanah air sebagai operator TV berbayar terdepan dan terbesar di Indonesia”, tegas Elvizar KH, Direktur Utama Telkom Vision.
Rute fun bike yang ditempuh oleh peserta di masing-masing wilayah regional pun bervariasi. Rute diawali dari kantor Regional Office masing-masing wilayah dan berakhir di tujuan yang telah dipersiapkan untuk kegiatan Corporate Social Responsibilty seperti panti asuhan, panti rehabilitasi narkoba, dan lainnya.
Peserta yang mengikuti kegiatan fun bike tersebut terdiri dari seluruh karyawan Telkom Vision dan Telkom Group, mitra sales Telkom Vision dan juga media partner dari masing-masing wilayah Regional Office Telkom Vision. Dengan demikian, diharapkan melalui ajang fun bike Telkom Vision Indotera Day tersebut dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan berbagi rasa kesetiakawanan nasional yang saat ini mulai kian terkikis. Untuk memeriahkan acara tersebut, Telkom Vision juga memberikan berbagai doorprize dan games berhadiah menarik untuk para peserta funbike serta masyarakat luas yang hadir.
“Kami harapkan kegiatan ini dapat mendukung penuh program Kementerian Sosial untuk mensukseskan program Menuju Indonesia Sejahtera (Indotera) 2025, dimana salah satu upaya yang dapaat dilakukan oleh Telkom Vision yaitu dalam hal memberikan tayangan TV berbayar yang edukatif dan menghibur sehingga diharapkan masyarakat Indonesia  sadar akan pentingnya tayangan yang berkualitas dan niscaya kita dapat mewujudkan Indonesia sejahtera seperti yang kita cita-citakan bersama. Produk-produk yang ditawarkan oleh Telkom Vision pun sangat ramah dan bersahabat dengan masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat dikarenakan kami menawarkan berbagai produk dengan system pembayaran yang fleksibel yaitu TV voucher dan system berlangganan bulanan,” tambah Elvizar.
Sementara itu kegiatan di Jateng & DIY dipusatkan di Semarang dengan mengambil start Kantor RO Telkom Vision di Jalan Pahlawan 10 Semarang, menuju ke Panti Asuhan Al Rifdah (panti asuhan Cacat Ganda) di Tlogomulyo, Pedurungan Semarang. Pada kesempatan ini GM Regional Office Telkom Vision Jateng & DIY, Davik Oktavian bersama Mitra Kerja Telkom Vision Jateng & DIY berkesempatan melakukan kunjungan langsung dan menyerahkan tali kasih sebagai wujud kesetiakawanan sosial ke Pengurus Panti Asuhan tersebut. “Kami keluarga besar Telkom Vision Jateng & DIY, dalam usia yang ke 15 tahun ini, ingin berbagi rasa syukur dan semoga hal ini dapat bermanfaat dan menjadikan kita semua selalu peka dengan kondisi lingkungan sosial kita," jelasnya.
Pada kesempatan itu diserahkan pula tali asih berupa sumbangan sosial ke Panti Asuhan Darul Yatin dan Panti Asuhan Baitul Fallah, Sayung Demak. Selanjutnya disampaikannya bahwa dalam tahun ke 15 nya ini Telkom Vision Jateng & DIY telah melakukan berbagai peningkatan kualitas pelayanan diantaranya ialah dengan memperbanyak channel distribution sebagai agen layanan baik untuk sales maupun after service di Jateng & DIY untuk melayani sekitar 75.000 pelanggan yang sudah ada, upaya ini dilakukan selaras dengan tagline baru Telkom Vision yaitu Nice & Easy. (anang/dal)

Unilever Indonesia Menangkan Capital Market Awards 2012


SERAHKAN - Agus Martowardojo, Menteri Keuangan RI menyerahkan penghargaan kepada Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.

Unilever Indonesia Menangkan Capital Market Awards 2012
*Kategori Emiten Saham

JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk, terpilih sebagai Emiten saham terbaik dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp10 triliun, dalam Capital Market Awards 2012 yang diselenggarakan oleh Indonesia Capital Market Supervisory Agency dan Self Regulatory Organization (SRO).
Penghargaan dengan tema “Sustainable Growth to Maintain Attractiveness” ini diadakan untuk memberikan apresiasi kepada para Perusahaan Terbuka (emiten) yang menerapkan berbagai aspek bisnis berkelanjutan di perusahaannya, termasuk, kinerja dan strategi bisnis, serta good corporate governance.
Penghargaan untuk Unilever diserahkan oleh Agus Martowardojo, Menteri Keuangan RI kepada Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. pada Kamis (7/6) di Jakarta.
Maurits Lalisang, Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. mengatakan, "Kami sangat bersyukur terpilih menjadi Emiten saham terbaik dalam Capital Market Award 2012. Penghargaan ini merupakan salah satu bukti keberhasilan kami dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat, sustainable dan dengan tata kelola perusahaan yang baik."
"Unilever memiliki cita-cita untuk menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat di seluruh dunia secara sustainable. Untuk itu pada November 2010 Unilever secara global telah meluncurkan Sustainable Living Plan, yang merupakan strategi kami untuk menumbuhkan bisnis dua kali lipat, namun disaat yang bersamaan menekan dampak negatif yang ditimbulkan oleh bisnis kami terhadap lingkungan serta meningkatkan manfaat yang diciptakan untuk masyarakat, mulai dari pemilihan bahan baku sampai ke penggunaan produk oleh konsumen," papar Maurits Lalisang.
Capital Market Awards 2012 ini merupakan gelaran yang keempat kali yang bertujuan memotivasi aspek-aspek bisnis berkelanjutan diantara para perusahaan terbuka (emiten). Tema tahun ini menitikberatkan pada pertumbuhan berkelanjutan, hal ini dipilih karena pertumbuhan berkelanjutan merupakan modal untuk mempertahankan sekaligus menarik investor. (dal)

Nikmatnya Es Alpukat Campur Cendol


DALAL MUSLIMIN
LAYANI - Penjual Penjual es Alpukat campur Cendol, Watno saat melayani salah seorang pembeli.

Nikmatnya Es Alpukat Campur Cendol

PODOSUGIH - Setelah capek berolahraga ataupun refreshing di Lapangan Mataram Pekalongan, kita bisa untuk melepaskan dahaga dan merasakan nikmatnya minum es Alpukat campur Cendol yang berada di depan Radio RKB.
Dengan sebuah gerobak dan beberapa buah kursi, Penjual es Alpukat campur Cendol, Watno menceritakan bahwa dirinya telah berjualan selama 14 tahun di tempat tersebut. Selama itu pula dirinya telah mengalami dan menyaksikan beberapa kali perubahan yang terjadi di daerah sekitar tempat itu. "Saya berjualan es Alpukat campur Cendol sejak tahun 1998. Dulu belum ada Radio RKB karena tempat ini masih dipakai untuk Pasar Manuk (Burung) dan pasar rakyat Podosugih yang menjadi satu," bebernya.
Watno membuka dagangannya di depan Radio RKB sekitar pukul 11.30 WIB, dirinya berangkat dari rumahnya di Bendan gang 7 setengah jam sebelumnya. Terkadang harus mengalami keterlambatan dikarenakan harus melayani pembeli ketika hendak menuju tempatnya mangkal. "Tak jarang saya haru melayani pembeli ketika akan berangkat. Kalau belum habis, saya juga melakukan hal yang sama ketika hendak pulang," katanya.
Biasanya, dagangannya akan laris pada hari Jumat dan Minggu. Selain menjual es alpukat dan cendol, Watno juga menjual es tape. Es tape dan cendol dia patok harga Rp2 ribu sedangkan jika es alpukat ataupun es alpukat campur cendol dia jual dengan harga Rp4 ribu. "Saya pernah ingin menaikkan harga menjadi Rp5 ribu karena saat ini harga alpukat 1 Kg telah mencapai Rp17 ribu. Dari 1 Kg alpukat, saya paling-paling hanya mendapat sekitar lima buah. Tetapi saya sering merasa kasihan ke para pelanggan jadi akhirnya saya urungkan," imbuhnya.
Watno menutup dagangannya sekitar pukul 17.00 WIB. "Biasanya saya mendapat rezeki lebih saat hari Minggu karena di Lapangan Mataram ada pasar tiban. Saya pun memulai jualan sejak pagi hari," tandasnya. (dal)

Kekurangan Modal, Sulit Berkembang


DALAL MUSLIMIN
TUNJUKAN - Abdul Aziz (Pengrajin ukir kulit) tunjukan karya kerajinan yang biasa dipesan oleh pemesan dari luar pulau jawa.

Kekurangan Modal, Sulit Berkembang
*Pengrajin Ukir Kulit

WARUNGASEM - Tidak memiliki dana yang cukup dan belum maksimalnya dukungan dari pemerintah, menjadikan para pengrajin ukir kulit di desa Masin RT 7 Rw IV Warungasem mengalami kesulitan dalam mengembangkan kreativitas dan pemasarannya.
Demikian diungkapkan salah seorang pengrajin, Abdul Aziz (36) kepada Radar, Jumat (8/6). Meskipun sudah mendapatkan bantuan pemerintah daerah, berupa mesin ukir beberapa waktu lalu, namun hal itu belum juga dapat mendongkrak omzet produknya. Lebih memprihatinkan lagi, sekarang minat generasi muda setempat juga semakin menurun, ditambah banyak yang beralih profesi.
"Sekarang kita masih sering dapatkan pesanan dari luar kota atau bahkan dari luar pulau jawa, seperti Papua ataupun Kalimantan. Tapi itupun berkat penyalur dari luar kota, yang murni marketing lokal tidak ada. Itu karena tidak mampu untuk modal awalnya."
Namun demikian, Abdul Aziz mengaku, cukup merasa senang dan berterimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberinya bantuan berupa mesin ukir. Sehingga produksinya kini bisa semakin bertambah. Namun, dari awal yang dikeluhkan oleh para penjaga budaya ukiran khas lokal daerah ini, adalah soal pemasaran dan modal.
"Kita sekarang mengalami kebingungan dengan hasil kerajinan yang sudah banyak terselesaikan, tapi untuk pasarkan ke pasar lokal harganya tidak mampu, jadi harus menunggu marketing dari luar kota untuk mengambil," ucap Aziz.
Dia juga menambahkan sekaligus berharap, untuk adanya perhatian lebih serius lagi dari pemerintah daerah. "Kita para pengrajin selalu menomorsatukan kualitas produk, ini demi untuk memberikan rasa kepuasan terhadap pelanggan. Namun demikian, kami juga selalu berinovasi penuhi permintaan pelanggan. Jadi, produk bisa bersaing dengan pasaran, dan cocok dipakai oleh semua kalangan, termasuk pejabat pemerintah. Jadi, jika pemerintah bisa programkan pakai produk lokal, mungkin itu akan lebih membantu kami." (DALAL)