Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Rabu, 26 November 2008

Celana Pensil dan Sackdress Tantang Pekalongan

Dunia fashion selalu mengalami perubahan dengan cepat dengan beragam faktor yang mendukungnya. Seperti halnya dengan celana model pensil dan baju sackdress yang kini sedang menjajal pemasarannya di Pekalongan. Apakah pensil dan sex dress mampu menjadi model yang diikuti masyarakat di Pekalongan yang notabene terkenal santri?

PEKALONGAN - Perkembangan dunia fashion akan selalu cepat dan tak akan terbendung. Selain didukung banyaknya ragam variasi yang kini sedang booming. Teknologi informasi juga menjadi salah satu pendukung dalam promosi produk kepada masyarakat. Seperti dewasa ini, celana bentuk pensil dan baju sackdress yang sedang musim di masyarakat.
Seperti terlihat di Iwan Fashion Pekalongan. Arif, sang pengelola menuturkan bahwa model pensil sekarang sedang ramai-ramainya di pasaran. Ini terjadi sebagai bentuk apresiasi warga terhadap model terbaru celana, baik untuk pria maupun wanita. Pensil marak di pasaran mulai sekitar awal November lalu.
Menurutnya, ini dipacu dengan ditariknya beberapa model yang sebelumnya beredar. Seperti model celana gombrong dan lurus. Saat ini kecenderungan masyarakat lebih memilih celana dengan model mengecil pada ujung kakinya. Tentu ini menjadi peluang bisnis tersendiri bagi para produsen celana.
Namun demikian jangan salah, kalau pangsa pasar di Pekalongan belum begitu tergarap dengan baik. Sebab, selain pola pikir masyarakat yang tidak begitu memikirkan dengan model-model terbaru. Masyarakatpun terkesan apa adanya dengan penampilan yang sudah ada. Ganti bajupun seakan bukan sesuatu yang penting.
Celana pensil yang lagi trend ini kebanyakan di suplay dari luar kota, seperti Jakarta. Bahkan beberapa produk impor didatangkan langsung dari China. Perbedaan dari keduanya tentu menjadi persaingan sendiri di pasaran.
Beda keduanya mulai dari model, ukuran diameter, hingga harga. Celana pensil impor lebih variatif dengan gayanya. Dari sekedar variasi warna. Bentuk saku yang beragam. Dari kotak biasa, oval bahkan bentuk bordilan juga ada. Sedangkan produk lokal hanya mengandalkan pada variasi warna saja. Sehingga terlihat gayanya agak monoton. Tentu saja, ini menjadi perbedaan yang mencolok.
Hargapun agak terpaut sedikit saja. Untuk pensil lokalan dibandrol sekitar Rp 149 ribuan sedangkan pensil impor harganya berkisar Rp 200 ribuan.
Selain celana pensil, saat ini yang sedang digemari adalah pakaian sackdress . Modelnya yang feminim membuat pemakainya akan 'semriwing' ditiup angin. Meskipun ini bukanlah menjadi pilihan yang ramai bagi warga Pekalongan yang terkenal santri. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam memasarkan produk tersebut. Namun dengan sedikit kombinasi akan menjadikannya tetap tampak anggun saat dipakai. Misalnya dengan mengunakan pakaian panjang dan jilbab, untuk kemudian memakai pakaian tersebut. Corak bunga dan motif lainnya memang sangat menarik untuk dipakai saat jalan-jalan refreshing. Tak sekedar itu, baju ini juga pantas untuk dijadikan baju tidur. Untuk harga dipatok sekitar Rp 189 ribuan.
Lantas, apakah celana pensil dan sackdress benar-benar akan menjadi model bagi kalangan muda di Pekalongan. Lihat saja perkembangannya. (dalal muslimin).

Nidji Gebrak Pekalongan

ATRAKTIF - Nidji yang tampil atraktif mampu membius ribian penonton dalam acara LA Lights Nidjie Live In Concert ini digelar di Dupan Mall Pekalongan, Selasa malam (25/11).

PEKALONGAN - Grup Nidji menggebrak Kota Pekalongan dengan lantunan lagu-lagu hitsnya. Konser yang dimulai sekira pukul 21.00 WIB itu berlangsung meriah. Nidji atau The Nidji adalah grup musik dengan komposisi enam orang asal Jakarta, terdiri atas Giring (vokal), Rama dan Ariel (guitar), Adrie (drum), Andro (bass) dan Run-D (keyboard). Acara bertajuk LA Lights Nidjie Live In Concert ini digelar di Dupan Mall Pekalongan, Selasa malam (25/11).
Sentakan drum pun langsung disambut histeris oleh penonton yang sebagian besar adalah ABG. Nidji langsung membuka dengan lagu berjudul Kau dan Aku, dilanjutkan Sudah. Penontonpun bertambah semangat ketika lagu Arti Sahabat digeber dengan apik oleh Giring. Hingga penontonpun merangsek maju kedepan berdiri. Mengikuti hentakan demi hentakan.
Penonton dibuat terkesima dengan penampilan Nidji yang malam itu menggunakan kostum hitam. Disambung dengan lagu berjudul Chald, Heaven, Bila Aku Jatuh Cinta dan disambung Laskar Pelangi yang kini menjadi hits lewat filmnya berjudul Laskar Pelangi.
Widya Pergody, Supervisor Area Pekalongan menyatakan bahwa acara tersebut disuguhkan kepada masyarakat sebagai ungkapan rasa terima kasihnya, karena selama ini tetap setia bersama LA. Selain itu acara ini juga untuk penyambut tahun baru 2009 yang nanti juga akan banyak digelar acara lagi oleh Djarum. Disamping itu juga untuk menyambut HUT ke 56 Gerak Bhayangkari Polresta Pekalongan. "Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolresta Pekalongan atas kerjasamanya dalam penyelenggaraan event LA Lights Nidjie Live In Concert. Terima kasih juga untuk seluruh konsumen LA Lights di Pekalongan yang telah setia menggunakan produk kami," jelasnya.
Sementara itu Kapolresta AKBP Jan De Fretes menyatakan, "Terima kasih buat masyarakat Pekalongan yang sudah menonton dengan tertib. Semoga hiburan ini membuat masyarakat selalu bergembira dan bersemangat meskipun situasi perekonomian kurang baik. Terima kasih juga kepada semua pihak yang turut mensukseskan acara ini. God Bless Pekalongan," bebernya.(dalal muslimin)

BPR dianaktirikan Pemerintah

BELUM TERKENA - BPR Bank Pasar Kota Pekalongan saat ini belum begitu terasa terkena dampak krisis ekonomi global.

PEKALONGAN - Kondisi perekonomian yang sampai saat ini belum begitu terlihat perkembangan ke arah positif. Per tanggal 25 November 2008 kurs jual Rupiah terhadap US$ mencapai 12.900 sedangkan kurs beli 11.900. Lambat laun ini akan dirasakan oleh pebisnis, utamanya dunia keuangan. Seperti halnya akan dirasakan pula oleh BPR Bank Pasar Kota Pekalongan. Serta disatu sisi perhatian pemerintah terhadap BPR cenderung menganaktirikannya. Seperti ditandaskan oleh Direktur BPR Bank Pasar Kota Pekalongan Dian Nusawati, SE MSi kepada Radar Selasa kemarin (25/11) di sela-sela Musyawarah Olahraga Kota KONI Pekalongan di Hotel Istana.
"Satu sampai dua tahun kira-kira baru bisa pulih, memang untuk sementara ini BPR belum begitu terasa sekali imbasnya. Tetapi tahun 2009 pasti, karena pertama otomatis daya beli dari debitur semakin lemah sehingga nantinya timbul kredit yang kurang lancar. Kedua, adanya persaingan suku bunga antara BPR dengan bank umum. Meskipun saat ini bank umum penjaminan sudah dibatasi tapi pada realitasnya bank umum suku bungannya sangat tingi. Secara otomatis BPR tersaingi, karena disatu sisi bunga untuk kredit tidak bisa sewaktu-waktu dinaikkan, tapi disisi lain bunga simpanan harus bisa mengikuti situasi pasar," tandasnya.
Dian mengungkapkan jika kondisi perekonomian ini tidak ada perbaikan maka BPR dipastikan akan terkena imbasnya. "Kita berdoa tidak begitu terasa. Tetapi kalau kondisi semacam ini tidak ada perbaikan. Saya yakin pasti BPR sebagai lembaga keuangan akan terkena imbasnya," jelasnya.
Langkah-langkah penanganan yang diambil pemerintahsaat inipun dianilainya masih berat sebelah, sebab masih cenderung mengutamakn bank umum. "Mungkin untuk pemerintah dalam hal ini sudah ada langkah yang kongkrit dalam artian bahwa dalam hal cadangan untuk pemberian penguatan cadangan devisa ada, namun justru untuk bank umum yang lebih diutamakan, dalam hal ini BPR belum. Bisa dikatakan BPR dianaktirikan. Tetapi intinya satu, yang penting kita bisa menggalang dana dari masyarakat," tegasnya. Meskipun hal ini akan beresiko terhadap laba atau penghasilan atau pendapatan yang otomatis akan berkurang. Strike menjadi semakin kecil, karena adanya kenaikan suku bunga simpanan tidak secara otomatis menaikkan suku bunga pinjaman.
Dijelaskan, bahwa suku bunga di BPR untuk kredit saat ini antara 1,3 - 1,75%, sedangkan untuk simpanan yang semula maksimal 10% sekarang menjadi 13%. "Ini sesuai dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hanya penjaminan yang semula 100 juta menjadi 2 milyar, itu sedikit banyak membantu BPR," lanjutnya.
BPR yang menggarap sektor riil dan usaha kecil menengah serta berbagai industri rumah tangga, dinilai belum begitu terkena dampaknya, sebab tidak berhubungan dunia luar negeri. "Sebetulnya kalau industri rumah tangga atau UKM tidak begitu terasa kena dampaknya, karena tidak berhubungan langsung dengan pembayaran luar negeri," jelasnya. Hal ini tidak menjadikan pihaknya mengurangi kredit kepada nasabah, hanya lebih selektif saja dalam pemberiannya.Hal ini kaitannya dengan penilaian agunan yang harus disesuaikan dengan kondisi usaha dan nilai pasarnya, "Dana yang kita terima dari masyarakat harus dikelola dengan benar, sehingga harus hati-hati dalam penyaluran kredit," bebernya.
Untuk saat ini penyaluran Dana Pihak Ketiga (DPK) di BPR sendiri perbandingannya masih tinggi. "LDR perbandingan antara simpanan dengan dana yang diterima, berkisar 85%. Jadi masih bisa untuk ekspansi, karena idealnya sampai 95%. Namun untuk situasi seperti ini kita wait and see, lihat perkembangan situasi," ungkapnya tegas.
Dirinya berharap kepada pemerintah melalui BI agar lebih memperhatikan lembaga keuangan, khususnya BPR. Jangan sampai seperti dana BLBI yang juga ditujukan kepada bank umum. "Kita perlu mendapat perhatian dari pemerintah," pungkasnya berharap. (dalal muslimin)

Selasa, 18 November 2008

Pengusaha Kalang Kabut Hadapi Krisis Ekonomi


ANTUSIAS - Warga Pekalongan terlihat antusias melihat produk-produk elektronik, seperti terlihat dalam beberapa pameran elektronik yang digelar beberapa waktu lalu.

Naik turunnya nilai dollar terhadap rupiah menjadikan banyak pengusaha kalang kabut. Bagaimana tidak, harga-harga jual beberapa produk mengalami kenaikan, terkait adanya perubahan kurs mata uang rupiah terhadap dollar. Lantas, bagaimanakah keadaan pasar elektronik dewasa ini?

PEKALONGAN - Tingginya nilai kurs US dollar terhadap rupiah memang menjadi permasalahan tersendiri bagi para pengusaha. Terutama mereka yang melakukan pembelanjaan dengan menggunakan mata uang dollar. Sampai pada Rabu (12/11) kemarin nilai US dollar mencapai 12,021. Tentu saja ini menjadi persoalan tersendiri.
Seperti yang terjadi pada para penjual komputer. Mereka kebanyakan melakukan pembelanjaan menggunakan mata uang dollar. Hal ini menjadi pukulan telak. Ketika harga dollar semakin merangsek naik maka harga jualpun akan mengikuti. Dengan demikian, ketika harga jual dinaikkan maka daya beli mengalami penurunan. Serta kuantitas penjualan turun. Maka omzet pendapatan turun. Kalau sudah demikian, praktis, yang terjadi pengusaha tak mampu untuk memutar modalnya untuk melakukan pembelanjaan barang baru.
Menurut Fanny Rifqy El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre Pekalongan beberapa waktu yang lalu menerangkan, bahwa krisis ini terjadi karena adanya panic seelling dari investor asing yang sedang membutuhkan likuiditas untuk menutup kerugian di negara asalnya. Panic seeling ini kemudian diikuti oleh para investor lokal. Akhirnya seperti yang kita tahu bersama.
Sektor riil sedikit demi sedikit memang akan kena imbasnya, seperti elektronik. Karena barang elektronik merupakan salah satu industri atau komoditi yang banyak sekali kandungan impornya. Dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar maka harga barang-barang impor akan mengikuti kenaikan. Seperti elektronik dan industri.
Sedangkan menurut dosen ekonomi Universitas Pekalongan Drs Sakhowi MM, bahwa krisis ini diawali dari krisis finansial. Akan tetapi seperti krisis yang terjadi ditahun 1997 yang dampaknya masuk ke sektor riil. Dimana sektor finansial ini pasti akan merambat ke seluruh dunia termasuk Indonesia, sebagai salah satu pasar dari barang-barang ekspor dan eksportir ke AS, akan terkena dampaknya.
Tentunya, sekarang pengusaha sektor riil sudah ikut merasakan dampak adanya krisis ekonomi global tersebut. Sampai-sampai beberapa toko elektronik, khususnya komputer membandrol produknya dengan harga US dollar. Seperti di Orion Computer, Angkasa Komputer, Multinet, dan Orange Computer.
Menurut Taufiq, pengelola Orange Computer pengelola Orange Computer Jalan Hayam Wuruk menjelaskan, bahwa terkait krisis ekonomi tersebut dirinya membandrol harga notebooknya dengan US Dollar. Hal ini agar sewaktu-waktu bila berubah bisa langsung menyesuaikan.
Pembandrolan dengan dollar tersebut dilakukan secara on line atau langsung. Praktis hal ini menjadikan harga selalu berubah setiap harinya menyesuaikan untuk fluktuasi nilai dollar. Setiap hari di up date terus secara on line. Pembandrolan dilakukan untuk semua merek komputer, baik baru maupun rakitan. Praktis, tingginya nilai dollar ini mengakibatkan turunnya omzet penjualan laptop miliknya.
Sementara itu Adnan pengelola AN Computer Jalan Kartini tidak melakukan hal yang sama. Bandrolan harga tetap menggunakan rupiah, meskipun harganya juga tergantung kurs dollar dalam melakukan penjualan. Sebab belanja perlengkapan komputer juga menggunakan mata uang dollar. Setiap hari selalu disesuaikan harganya terutama untuk produk baru, sedangkan untuk produk second masih utuh.
Tentunya, fenomena ini sangat luar biasa. Mengingat pangsa pasar komputer di Pekalongan lumayan besar. Lantas pangsa pasar yang besar ini akankah menjadi lesu. Akibat dari tidak menentunya nilai tukar rupiah terhadap dollar? (dalal muslimin)