Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Senin, 25 Mei 2009

Telekomunikasi Masuk Pedesaan

MENCOBA - Salah satu warga Tasrip (77 th) sedang mencoba layanan telepon pedesaan disaksikan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, Bupati Lumajang DR Syahrazad Masdar, Direktur utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, dan VP Telkomsel Area Jawa Bali Gilang Prasetya yang difasilitasi Telkomsel melalui program USO (Universal Service Obligation) Depkominfo.


**Telkomsel Siap Gelar Jaringan di 24.056 Desa
LUMAJANG - Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Telkomsel secara resmi melakukan kick off program USO (Universal Service Obligation). Yakni penggelaran akses telekomunikasi dan informatika pedesaan, serta pengembangan jaringan Telkomsel MERAH PUTIH (MEnembus daeRAH Pedesaan, indUstri TerpencIl dan baHari) di perbatasan Australia dan Papua Nuigini.
Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang ditandai dengan melakukan komunikasi video conference dari Jakarta ke 4 titik desa terpencil yakni Desa Sekatak di Nunukan Kalimantan Timur (perbatasan Malaysia), Desa Adaud di Saumlaki Ambon (Perbatasan perairan dengan Australia), Desa Ubrub di Papua (perbatasan Papua Nuigini) dan Desa Ranupani di Lumajang Jawa Timur (kaki Gunung Semeru).
Sepanjang bulan Februari-April 2009, Telkomsel telah memproses tender untuk komponen program USO seperti, Repeater, devide FWT (Fix Wireless Telepon), satelit VSAT-IP (Internet Protocol), power supply, BSS (Base Station Subsystem), sarana KBU (Kamar Bicara Umum), Sign Board, serta survey delivery instalation and maintenance). Tender ini melibatkan 86 mitra vendor lokal dan 5 vendor global khusus untuk tender BSS.
Secara paralel mulai April-Mei 2009 dilanjutkan proses produksi dan instalasi yang saat ini telah terpasang sekitar 200 titik desa dan diharapkan Juni 2009 sudah terinstalasi disekitar 2.400 desa.
Disamping itu, Telkomsel juga menambahkan manfaat program USO ini dengan menghadirkan layanan Pusyantip (Pusat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan), Portal Lumbung Desa, serta Desa Pintar yang dilengkapi komputer dan layanan internet.
Layanan Pusyantip dan Portal Lumbung Desa ini dimaksudkan untuk memajukan perekonomian daerah, dimana seluruh nomor FWT di 24.056 desa USO dapat berbagi informasi via SMS.
Sedangkan Desa Pintar dimaksudkan untuk menghilangkan kesenjangan informasi dan pendidikan, karena dengan adanya komputer yang dilengkapi akses internet, masyarakat dapat mengakses informasi apapun termasuk dunia pendidikan dan pengetahuan lainnya.
Telkomsel juga menciptakan metode inovatif yang diberinama MEDIAna (Media Evaluation Deployment Integrated Analysis).Dengan adanya aplikasi MEDIAna ini, jajaran Telkomsel dan mitra vendor akan lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan program USO. Aplikasi MEDIAna adalah pusat informasi data kondisi daerah sebagai dasar kebutuhan Solusi Teknologi (ST) di daerah tersebut, sekaligus memiliki kemampuan Asset Management (menghitung secara otomatis nilai aset).
Dalam aplikasi MEDIAna Telkomsel membagi ST dalam dalam 3 kategori ketersediaan sinyal (ST1 berarti sinyal kuat, ST2 Sinyal Lemah, ST3 tidak ada sinyal) dan 3 kategori ketersediaan listrik (A berarti ada listrik, B berarti tidak ada listrik)
“Kehadiran inovasi BTS Pico via VSAT-IP menandai kemajuan bangsa setelah momen seabad Kebangkitan Bangsa, kini melangkah menuju Keunggulan Bangsa. Hal ini membuktikan kemampuan rekayasa teknologi bangsa Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai perangkat sistem dan teknologi canggih menjadi suatu solusi fasilitas telekomunikasi berkualitas yang sesuai dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
Bahkan mengingat banyak wilayah Indonesia yang punya permasalahan listrik, Telkomsel juga telah mengimplementasikan inovasi sumber listrik alternatif ramah lingkungan dengan tenaga matahari (solar cell), tenaga air (micro hydro) dan tenaga angin (win turbin).
“Dukungan Telkomsel terhadap program USO ini semakin mempertegas komitmen Telkomsel dalam upaya melayani dan memajukan seluruh negeri, melalui inovasi dan integrasi teknologi untuk menghadirkan solusi yang tepat bagi wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi,” papar Sarwoto
”Disamping program USO, kami juga mengembangkan program Telkomsel Merah Putih yang merupakan wujud nyata bahwa kami terus berupaya meningkatkan layanan hingga pelosok dan perbatasan negara tanpa pilih-pilih maupun motivasi bisnis semata. Kami ingin tak ada lagi wilayah Indonesia yang terisolir dan Negara Kesatuan Republik Indonesia benar-benar terajut indah dengan adanya jaringan komunikasi,” tambah Sarwoto. (anang/dal)

Band Indie Pekalongan Ramaikan Gathering Speedytrek

UNJUK GIGI - Band Indie Pekalongan saat unjuk gigi dipanggung dalam Gathering Speedytrek, Sabtu (23/5).

YOGYAKARTA - Sebanyak 72 group band indie se-eks karesidenan Pekalongan, ikut serta dalam event Gathering Speedytrek pada Sabtu kemarin (23/5) di STIE YKPN Yogyakarta. Acara yang dihadiri oleh komunitas band indie dari Semarang, Jogja, Solo, Pekalongan dan Purwokerto ini berjalan sangat meriah mulai jam 16.00 hingga 24.00 WIB.
Minto Rahadi Manager Sales Data & VAS Telkom Kandatel Pekalongan menjelaskan, acara ini merupakan awal dari program Speedytrek 2009. Program selanjutnya adalah SpeedyTrek Indie Music Competition, SpeedyTrek Indie Music Award, SpeedyTrek Compilation Album 2009 dan SpeedyTrek Music Event/Roadshow di berbagai kota.
Kehadiran komunitas band Indie Pekalongan dalam event ini membuktikan bahwa Pekalongan patut diperhitungkan, terbukti 72 band indie telah mengirimkan karyanya. Jumlah ini tentunya masih lebih kecil dari realita yang ada, karena masih banyak band indie yang belum mengetahui program ini.
Dijelaskan, Speedytrek merupakan wadah apresiasi musik khususnya yang diberikan kepada para pemusik di tanah air dan berfungsi sebagai media komunikasi & aktualisasi bagi komunitasnya. "Wadah yang mengusung kekuatan musik independen di tanah air ini bisa diakses di http: //speedytrek.telkomspeedy.com," jelasnya.
Seiring dengan berkembangnya jejaring sosial di internet, terjadi juga pergeseran paradigma di dunia musik. Pada awalnya para musisi harus mengandalkan record label untuk melakukan promosi dan sosialisasi karya mereka agar dapat menjangkau para penikmat musik. Saat ini para musisi dapat menjangkau para penikmat musik secara langsung melalui berbagai jejaring sosial yang ada.
Tiga perwakilan band indie Pekalongan tampil ciamik dalam gathering ini, mereka adalah Metal Zone, Complicated dan Roller Coaster. Sambutan meriah penonton mengiringi penampilan mereka. “Kami sangat berharap event Speedytrek berikutnya bisa diselenggarakan di kota Pekalongan,” demikian usul dari komunitas band indie Pekalongan. (dal)

Smart Gathering disambut Antusias

DALAL MUSLIMIN
SERAHKAN - Sigit Sadono, Area Sales Manager PT Smart Telecom Jawa Tengah saat menyerahkan bingkisan kepada peserta gathering.

PEKALONGAN - Dalam rangka untuk mengakrabkan para pemilik outlet seluler. Smart menggelar Frontliner Gathering, Senin kemarin (25/5) di Kafe Merdeka Pekalongan. Masyarakat yang sebagian besar merupakan para pemilik outlet di Pekalongan menyambutnya dengan antusias. Ini terlihat dari respon aktif selama kegiatan acara.
Sigit Sadono, Area Sales Manager PT Smart Telecom Jawa Tengah menuturkan dalam acara gathering tersebut juga disampaikan program terbaru dari Smart. "Gratis bicara setahun dan gratis internetan unlimited," ujarnya.
Program ini diberikan, menurutnya, untuk menjadikan pelanggan semakin loyal bersama dengan Smart. Sehingga Smart akan semakin memiliki pelanggan yang semakin besar.
Selain itu, Smart menilai bahwa pangsa pasar telekomunikasi di Pekalongan cukup besar. Karena sebagian besar masyarakat Pekalongan merupakan para pelaku usaha bisnis. utamanya yang bergerak dalam bidang konveksi dan batik. "Pangsa pasar Pekalongan cukup bagus karena disini industri batik dan konveksi," jelasnya.
Disamping itu, tambahnya, Pekalongan juga memiliki potensi lain. Seperti dari kalangan mahasiswa, "Rata-rata lebih cepat tanggap dengan perkembangan teknologi terbaru, terutama internet," tandasnya.
Dikatakan pula, jika gathering yang digelar Smart di Pekalongan ini merupakan untuk pertama kalinya. Namun peserta tampak senang dengan adanya acara tersebut. "Banyak pertanyaan yang cukup kritis diajukan. Ini bukti masyarakat cukup berminat terhadap produk Smart," tambahnya. Dicontohkan, peserta banyak mensikapi persoalan ketersediaan produk Smart di Pekalongan serta layanan jaringannya yang memang diakuinya, masih perlu untuk selalu ditingkatkan. "Semua keluhan dan permasalahan sudah ditampung oleh Smart," imbuhnya.
Dengan demikian, diharapkan Smart akan semakin berkembang di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. (dal)

Paguyuban Tritunggal untuk Universal

DALAL MUSLIMIN
MENDAFTAR - Seorang pasien sedang mendaftrakan diri untuk berobat di Paguyuban Tritunggal.

PEKALONGAN - Dewasa ini pengobatan alternatif semakin marak adanaya. Hal ini selain dapat memberikan pilihan masyarakat. Juga bisa sebagai patner dalam penyembuhan beragam penyakit dalam bidang kesehatan. Seperti dari Paguyuban Tritunggal yang ada di Pekalongan. Tepatnya di jalan Kayu Manis 44 PErum Binagriya. Paguyuban ini bersifat universal untuk semua kalangan yang ingin menjalani terapi pengobatan.
Rahayu atau yang biasa dipanggil Mbak Yayuk merupakan salah satu orang yang membuka praktik Tritunggal, khususnya di Pekalongan. Dikatakan, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan penyembuhan alternatif dari Paguyuban Tritunggal. Karena praktik yang dilakukannya sudah memiliki izin dari dinas terkait serta tidak mengandung unsur magis. "Tidak perlu khawatir karena sudah resmi dan memiliki izin," terangnya.
Dalam penyembuhannya, jelasnya, paguyuban juga melihat hasil dari diagnosa kesehatan dari laboratorium atau dokter yang menangani pasien yang sedang sembuh, utamanya yang berkaitan dengan penyakit yang sudah akut. "Paguyuban sendiri tidak mau untuk mendiagnosis, karena itu pasien harus membawa diagnosa dari laboratorium atau dokter terkait," jelasnya. Melalui hasil diagnosa tersebut, paguyuban akan menindaklanjuti pengobatan secara alternatif.
Dijelaskan, paguyuban melayani terapi berbagai macam penyakit dan konsultasi multidimensional. Dengan biaya sukarela tanpa biaya pendaftaran. "Biaya sukarela karena Paguyuban Tritunggal menerapkan sistem kekeluargaan," ujarnya.
Paguyuban Tritunggal juga merangkul semua kalangan yang akan melakukan pengobatan. Dengan tidak memandang status maupun keyakinan. Sebab bersifat universal untuk semua kalangan. "Semua kalangan kami rangkul dan mengenai keyakinan itu pribadi masing-masing," imbuhnya sambil tersenyum.
Paguyuban yang berpusat di Yogyakarta ini, sudah membuka layanan praktik sejak 2006 lalu. Ini merupakan salah satu cabang dari 17 cabang yang ada di Indonesia.
Mbak Yayuk yang asli Kecamatan Plantungan Kendal ini sudah belajar sekitar empat tahun. Sehingga sudah terbiasa melayani pengobatan alternatif.
S Raharjo, salah satu pasien dari Ponolawen Petir Kesesi yang pernah berobat karena penyakit kencing susah keluar bahkan keluar darah. Menuturkan, dirinya beruntung melihat siaran Paguyuban Tritunggal di salah satu TV dan kebetulan ada cabang di Pekalongan. Setelah diterapi 5 kali bisa langsung sembuh total dan kencingnya bisa lancar dan tidak beradarah lagi. "Terima kasih kepada Mbak Yayuk yang menerapi saya, semoga Paguyuban Tritunggal tambah maju dan dipercaya sebagai perantara penyembuhan oleh banyak orang," ujarnya. (dal)