Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Plaza Sambut Liburan

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Agnes Pukau Penonton

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Jumpa Fans Artis Semarak

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Kotak Ngerock Abis

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Gaun Elegan ala My Secret

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Selasa, 26 Mei 2009

BI Gelar Pelatihan Desain dan Inovasi Bordir

SEMARANG - Kantor Bank Indonesia (KBI) Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus dan Balai Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja (BPPTK) Propinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan desain dan inovasi bordir (24-28/5) di desa Padurenan Kecamatan Gebog Kudus.
M Zaeni Aboe Amin Pemimpin KBI menuturkan, upaya tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Kudus yang sejahtera secara utuh dan menyeluruh, maupun program BPPTK Propinsi Jawa Tengah yang berupaya untuk mengembangkan suatu model Desa Produktif dengan tujuan meningkatkan produktivitas UMKM dalam suatu desa sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan ekonomi desa.
Ini didasari pemikiran, bordir dan konveksi merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Kudus yang produsennya berlokasi relatif dekat dengan wisata religi.Ini juga untuk mengatasi “problem klasik” sistem pemasaran pengrajin bodir dan konveksi sangat tergantung pada “bakul” dan pengepul di pasar-pasar tradisional sehingga merugikan pengrajin.
Potensi utama desa Padurenan saat ini adalah terdapatnya 275 UKM industri yang terdiri dari 40% pengrajin bordir dan 60% konveksi dengan total tenaga kerja 1.330 orang yang memasarkan produknya di sekitar Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Potensi lain yang telah disiapkan untuk membantu mewujudkan program tersebut antara lain penyediaan lahan (tanah bengkok kepala desa) berupa tanah kas desa, lapangan desa, perkantoran pemerintah serta sawah milik desa. Disamping itu, penduduk desa juga telah merintis pembentukan koperasi pengrajin bordir/konveksi yang diharapkan dapat melayani kebutuhan bahan baku, pemasaran bersama, sekaligus menjadi embrio Cluster Management ke depan.
Upaya konkrit yang telah dilakukan untuk mensupport program Pengembangan Desa Produktif Klaster Wisata Bordir dan Konveksi Desa Padurenan di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, antara lain dengan Focus Group Discussion (FGD) awal antara KBI Semarang dengan BPPTK Propinsi Jateng mengenai kondisi klaster bordir dan konveksi di Padurenan, Kudus beserta permasalahannya.
Survei awal kondisi para pelaku dalam klaster bordir dan konveksi di Padurenan, Kudus serta industri terkait oleh KBI Semarang bersama aparat desa.
Audiensi dengan Bupati Kudus untuk membahas sinergi terbaik diantara stakeholders dengan Pemerintah Kabupaten Kudus
FGD awal dan FGD follow up dengan stakeholders yang terlibat dalam klaster antara lain BPPTK Prop Jateng, seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Kudus termasuk Kepala Desa dan Camat dengan dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan difasilitasi Bank Jateng Cabang Kudus. Berdasarkan FGD tersebut, desa Padurenan akan dikembangkan menjadi Desa Produktif Klaster Wisata Bordir dan Konveksi di Kudus.
Beberapa pencapaian dan implementasi bantuan teknis yang dilaksanakan untuk mengupgrade kompetensi dan modal sosial para pelaku dalam klaster antara lain. Studi banding bagi para pengrajin bordir dan konveksi ke Desa Produktif/Desa Wisata Kerajinan, Kampung Batik Laweyan, Solo, Desa Gerabah “Kasongan” Bantul, Yogyakarta dan Tanggulangin Sidoarjo, Jawa Timur.
Pelatihan Motivasi Berprestasi (Achievement Motivation Training)” bagi 20 orang pengrajin dan Manajemen Usaha (2 kali) masing-masing untuk 20 orang pengrajin.
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan (Pembukuan) Sederhana bagi 30 pengrajin bordir dan konveksi. Pemberian ijin Koperasi Serba Usaha (KSU) Padurenan Jaya dari Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus.
Pelatihan Desain Bordir dan Inovasi Produk dirangkai dengan Peragaan Busana Ramli.
Kegiatan pelatihan Desain dan Inovasi Bordir ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi UMKM bordir dalam memperluas pangsa/segmen pasar maupun kualitas dan inovasi produknya. Dalam mencapai tujuan tersebut, KBI Semarang mendatangkan Ramli salah satu Maestro Adi Busana Indonesia dan Heri Suhersono, pakar Bordir sebagai fasilitator dalam pelatihan yang akan diikuti oleh 60 UMKM di Desa Padurenan (24-28 Mei 2009).
Dalam kesempatan tersebut, Ramli dan Heri Suhersono juga akan memperagakan busana dan produk inovasi bordirnya di Pendopo Kabupaten Kudus (25 Mei 2009) dengan dihadiri Bupati Kudus beserta jajaran Muspida, SKPD terkait, perbankan, BUMN, media dll. Tujuan dari peragaan ini adalah untuk meningkatkan ”awareness” stakeholders terhadap produk bordir Padurenan dan peningkatan wawasan UMKM Bordir Padurenan terhadap trend pasar, kualitas dan inovasi produk. (anang/dal)

LG Luncurkan New Scarlet LCD TV

BERPOSE - Segenap jajaran LGEIN berpose bersama saat peluncuran LCD TV Scarlet di Jakarta.

**Lebih Brilian, Lebih Ramping
JAKARTA – Meneruskan kesuksesan seri LCD TV Scarlet PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) kini menghadirkan New Scarlet dengan model LH70 di Indonesia.
“Di tahun 2008 LG telah meluncurkan produk inovatif, Scarlet, yang direspon dengan sangat baik oleh konsumen. Kehadiran New Scarlet kami harapkan mampu mengulang sukses yang sama dan memperkokoh posisi kami di pasar LCD TV,” ujar Budi Setiawan Sales Director PT LG Electronics Indonesia.
Keoptimisan LG ini tidak berlebihan. Pasalnya, New Scarlet hadir dengan mengusung konsep Advanced Technology, Beautifully Hidden. Berbagai fitur dan teknologi terbaik serta desain yang lebih menawan dari pendahulunya telah dikembangkan LG dalam produk terbarunya ini. Untuk urusan teknologi, LG menjamin kualitas gambar dan suara New Scarlet merupakan yang terbaik, serta memberikan kenyamanan yang maksimal bagi penggunanya. Dari sisi desain pun, New Scarlet sangat layak mendapatkan acungan jempol.
Seluruh seri New Scarlet baik dari ukuran 32, 37, 42 dan 47 inch telah dilengkapi dengan teknologi Full HD 1080p dengan contrast ratio yang mencapai 100,000:1. “Untuk kelas LCD TV, contrast ratio New Scarlet merupakan yang tertinggi untuk saat ini,” ujar Eko Adhi Suyitno Head of Flat Panel Display (FPD) LGEIN.
Untuk kesempurnaan tampilan gambar, New Scarlet memiliki teknologi TruMotion 100Hz yang didukung oleh response time 2 ms (millisecond). Hasilnya, gambar lebih halus dan tidak berbayang.
New Scarlet juga memiliki AV Mode, yang memudahkan mengatur tampilan gambar dan suara untuk tiga jenis aktivitas yang paling sering disaksikan, yaitu Cinema, Sport, dan Games.
Tentang kualitas suara, New Scarlet telah menggunakan sistem 2 Way 4 Speakers yang mampu menghasilkan kekuatan suara 7W + 7W. Apalagi dengan adanya Invisible Speaker, yang bukan saja mempercantik tampilan Scarlet karena tidak menunjukkan adanya lubang suara, namun juga menghasilkan suatu dinding suara virtual yang menyeluruh.
Tak ketinggalan pula teknologi Clear Voice II untuk hasil suara yang lebih jernih. Seringkali, kendala yang dihadapi saat menyaksikan TV adalah percakapan yang kurang jelas terdengar, walaupun volume TV telah diperbesar. Percakapan pun terdengar lebih jelas tanpa terganggu oleh suara latar.
Untuk menambah kenyamanan, LG memberikan koneksi USB 2.0 yang dapat membaca file JPEG, MP3 serta DivX, dan 3 buah koneksi HDMI. Yang lebih menarik, LG membenamkan teknologi Bluetooth dalam New Scarlet. “Ini adalah LCD TV pertama yang memiliki teknologi Bluetooth,” tambah Eko. Adanya Bluetooth memudahkan konsumen untuk menampilkan gambar JPEG serta memainkan MP3, dan juga DivX. Pengguna pun dapat menikmati tontonan dengan menggunakan Wireless Headset yang terhubung dengan New Scarlet.
LG juga memberikan fitur Smart Energy Saving Plus, sehingga New Scarlet mampu menghemat penggunaan energi hingga 73%. Ketika mengaktifkan fitur ini melalui remote control, maka akan secara langsung mengaktifkan Intelligent Sensor (pengaturan tampilan gambar otomatis), Backlight Control (pengaturan cahaya belakang), Video Mute (pengeluaran suara tanpa gambar), dan Mechanical Power Off (mode siaga “0”).
Semua kecanggihan yang ada pada New Scarlet tidak mengurangi sisi estetikanya. Pada umumnya, LCD TV memiliki ukuran yang tebal karena komponennya terletak pada bagian belakang. Berkat inovasi dari LG, komponen tersebut mampu dipindahkan ke bagian bawah. Pada seri Scarlet, bagian bawah bezel ini masih tampak cukup lebar. Namun, LG berhasil membuat bezel bawah New Scarlet lebih tipis, sehingga tampilannya pun lebih proporsional.
Yang menakjubkan, ketebalan New Scarlet hanya 1.6 inch atau 39.7mm untuk ukuran 42” dan 47”. Tak heran, New Scarlet merupakan LCD TV yang tertipis di dunia.
Dibandingkan pendahulunya, desain New Scarlet lebih elegan. LG memberikan aksen merah transparan pada bagian bawah bingkai layar yang berupa lengkungan, sehingga tampak lebih luwes. Ciri khas berupa tombol on/off yang berbentuk lingkaran juga masih nampak pada New Scarlet. Kali ini, konsumen cukup menyentuh dengan lembut pada sisi transparan soft touch sensor.
Kisah Sukses Scarlet
Sejak pertama kali diluncurkan oleh LGEIN pada Mei 2008, Scarlet terus mencatatkan kesuksesan. “Penjualan Scarlet terus meningkat dari bulan ke bulan, bahkan melampaui ekspektasi kami,” jelas Budi Setiawan. Hingga saat ini, Scarlet telah mencatatkan penjualan sejumlah 25.000 unit di seluruh Indonesia.
Dengan angka ini, Scarlet berhasil mendominasi penjualan LCD TV LG dan mendongkrak pangsa pasar LG dari 19% di awal tahun 2008 menjadi 30% pada bulan Februari 2009. “Respon konsumen yang sangat luar biasa atas Scarlet membawa LG berhasil menjadi penguasa pasar LCD TV di Indonesia saat ini,” tambah Budi lagi.
Dengan diluncurkannya New Scarlet, LGEIN optimis dapat mencapai angka penjualan total LCD TV sebanyak 250.000 unit untuk tahun 2009. New Scarlet diluncurkan di pasaran dengan harga berkisar antara Rp 9.700.000 hingga Rp 29.000.000, dan diharapkan mampu memberikan sumbangsih 30% terhadap total penjualan LCD TV LG atau sekitar 75.000 unit. Dengan demikian, LGEIN pun dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar LCD TV di Indonesia. (anang/dal)

Menu Pelas Tarik Konsumen

KEDUNGWUNI - Sekadar menikmati menu pelas yang merupakan makanan jaman dulu, memang menjadi pilihan tersendiri bagi sebagian orang. Apalagi saat makan siang dan pulang kerja dengan membeli dibawa pulang untuk menu makan keluarga dirumah.
Kalau anda menuju ke arah Kota Kajen jangan lupa untuk mampir di warung Sederhana Bu Mut, yang menawarkan pelas dan 40 menu lainnya. Harganya lumayan terjangkau, "Harga dikisaran 2.500 hingga 10.000-an saja, tergantung menu pilihannya pembeli," kata Bu Mut pemilik warung.
Dituturkan bahwa dirinya menjual makanan sejak sepuluh tahun lalu. Dengan konsep kesederhanaan, pihaknya mencoba menawarkan makanan tradisional kepada konsumen.
Dia mengungkapkan, bahwa pihaknya sengaja memberikan harga murah dengan rasa istimewa. "Yang penting murah dan enak," tandasnya. Sebab, dengan begitu konsumen tidak akan merasa bingung memilih menu dengan harga bervariasi.
Pihaknya setiap hari rame pengunjung karena pembeli dari berbagai kalangan. Buka mulai pukul 10.00 sampai 20.00 WIB. "Pelanggan tetap, mulai dari tukang becak sampai penjabat juga banyak guru-guru yang sudah langganan tetap," ujarnya.
Disamping itu juga tempat yang cukup luas dan nyaman serta pelayanan memuaskan. Kalau ada kesempatan mampir saja kesana. (sis)

Mekanisme Pembayaran Dividen

PEKALONGAN - Dividen merupakan salah satu tujuan seorang dalam berinvestasi saham di Bursa Efek. Yang mana dividen akan dibayarkan setiap tahun oleh perusahaan, utamanya jika meraih keuntungan yang memadai. Lantas, apakah besarnya dividen yang dibagikan ke pemegang saham lebih besar dari bunga deposito. Selanjutnya bagaimana mekanisme pembayaran dividen. Apakah langsung ditransfer ke rekening investor atyau seperti apa.
Fanny Rifqi El Fuad, Head of Representatives Capital Market Information Centre-Pekalongan Marketing Division PT Bursa Efek Indonesia menjelaskan, bahwa salah satu tujuan investasi saham memang untuk memperoleh dividen. Namun, harus disadari sejak awal bahwa tidak setiap perusahaan publik akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Perusahaan akan membagi dividen hanya jika meraih keuntungan yang memadai dan tidak membutuhkan dana besar untuk strategi kedepan.
Ada juga perusahaan yang secara konsisten membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Manajemen selalu menyisihkan sebagian keuntungan untuk dibayarkan sebagai dividen. Bahkan beberapa perusahaan membagi dividen tidak hanya satu kali dalam setahun, tapi bisa sampai dua kali. Dalam kasus seperti ini biasanya manajemen perusahaan akan membagikan dividen interim, sebelum dividen final.
Nilai atau besarnya dividen yang dibayar sangat tergantung pada perolehan laba perusahaan, rencana ekspansi dan cash flow perusahaan. Biasanya, manajemen sudah memiliki kebijakan dalam menentukan besar kecilnya dividen (dividend policy), misalnya 20% dari perolehan laba bersih, 25% dari laba bersih, 30% dari laba bersih dan seterusnya. Untuk perusahaan BUMN, misalnya besar kecilnya dividen juga ditentukan oleh kebijakan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.
Agak sulit untuk memastikan apakah besarnya dividen lebih besar atau lebih kecil dari suku bunga deposito. Sebab, setiap investor memiliki modal yang berbeda terhadap pembelian saham yang sama. Gambarannya begini. Untuk saham ABC misalnya, saat IPO dijual di harga Rp 800. Kini harga sahamnya di pasar mencapai Rp 2.300. Ada cukup banyak investor yang membeli saham ABC dengan modal Rp 800 dan belum dilepas sampai saat ini. Tapi ada investor yang membeli saham ABC dengan modal Rp 2.000. Di sisi lain, perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 200 per saham. Bagi investor yang modalnya Rp 800, maka nilai dividen tadi 25% dari modal yang diterima setiap tahun. Tapi bagi investor yang membeli dengan modal Rp 2.000, dividen tadi hanya 10% saja.
Dividen akan dibayarkan oleh perusahaan atau emiten langsung ke rekening efek investor melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Jadi, investor tidak perlu menagih dividen ke emiten. (dal/Tim BEI)