Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Sabtu, 14 Maret 2009

Nissan Berikan Harga Pasti

BERKREASI - Keadaan saat ini menjadikan Nissan untuk terus berkreasi dengan program menariknya melalui pameran di Pekalongan.

PEKALONGAN - Dalam rangka mendekatkan diri kepad akonsumen di Pekalongan, PT Wahana Sun Motor Semarang menggelar pameran mobil di Mega Centre Pekalongan. Pameran digelar mulai 13 Maret dan direncanakan akan berakhir pada 25 Maret nanti. Dengan memberikan harga yang pasti melalui surat pesanan mengikat yang menjadikan harga Nissan semakin pasti dan tidak berubah.
IG Ngurah Sebudhie JR, Branch Manager PT Wahana Sun Motor Semarang menuturkan bahwa pada pameran kali ini ditampilkan All NEw X-Trail 2000 cc dan Livina X-Gear 1500 cc. Pameran ini merupakan tindak lanjut dari gelaran pameran sebelumnya yang berhasil menggaet konsumen di Pekalongan.
Dijelaskan, bahwa pada saat terjadi krisis finansial global saat ini juga pihaknya turut menaikkan harga pada Nissan. "Kenaikan kurang lebih antar 4-5 persenan," jelasnya. Akan tetapi kenaikan ini disebabkan sebagai bentuk penyesuaian terhadap keadaan ekonomi yang berkembang.
Menurutnya, ini menjadikan customer menjadi berat untuk melakukan transaksi. Disamping harga yang kian tinggi, satu sisi tidak pendapatan masyarakat tidak mengalami kenaikan.
Namun demikian, pihaknya tetap berupaya untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam memiliki mobil dari Nissan dengan memberikan harga yang pasti. "Kelebihan di Nissan berlaku surat pesanan mengikat. Jadi, meskipun harga berubah naik. Harga kesepakatan awallah yang tetap berlaku," jelasnya.
Diungkapkan, bahwa pemberian harga mengikat sesuai dengan surat pesanan ini memberikan patokan yang jelas kepada masyarakat dalam melakukan transaksi. Sehingga konsumen tidak keberatan jika sewaktu-waktu harga mengalami perubahan. "Justru saat inilah waktu yang tepat untuk melakukan pembelian. Sebab harga akan cenderung naik terus," tambahnya.
Persoalan krisis finansial global ini juga diakui membawa dampak terhadap produksi. Karena kondisi tersebut perlu melakukan penyesuaian dengan kebutuhan pesanan di masyarakat. "Sebelumnya produksi di angka 3 ribu per bulan. Paska krisis ini atau awal Januari 2009 kurang lebih produksi 1.800 hingga 2.000 unit per bulannya," ungkapnya.
Penurunan produksi ini dengan alasan memenuhi kebutuhan pesanan semata. "Jadi kalau sebelumnya ready stock maka saat ini inden," jelasnya. Seperti saat ini total inden ada sekitar 53-an yang merupakan total pesanan dari Pebruari dan Maret. "Untuk Januari lalu mampu menjual 56-an unit dan pada Pebruari sekitar 43 unit," tambahnya. (dalal muslimin)

0 komentar