Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Selasa, 26 Januari 2010

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif

JELASKAN - Dr Edison Hulu selaku Chief Economist PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menjelaskan, didampingi moderator A Asep Syarifudin GM Radar Pekalongan dalam acara workshop.

PEKALONGAN - Indonesia menjadi negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif pada akhir 2009 ini.
Seperti dikatakan Dr Edison Hulu selaku Chief Economist PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam acara workshop bagi wartawan di Hotel Nirwana yang diselenggarakan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Pekalongan PT Bursa Efek Indonesia, Rabu (16/12).
"Pada Desember 2009 ini hanya tiga negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif, yakni Indonesia, China dan India," jelasnya.
Dijelaskan, dalam hal ini pertumbuhan ekonomi dilihat dari persentase pergerakan indeks bursa saham global per 11 Desember 2009. Dimana Indonesia (JCI) memiliki persentase 85,86%, China (shanghai SE) 78,34%, India (BSE Sensex) 77,45%.
"Negara ini menjadi tumpuan harapan perbaikan ekonomi dunia, karena memiliki jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan yang tinggi," ungkapnya.
Menurutnya, negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar maka akan memiliki kekuatan pasar yang juga besar. "China yang paling besar memberi stimulus. Yang mana kunci pokoknya ada pada manusia," tambahnya.
Dibawah ketiga negara tersebut terdapat Singapura (STI) dengan pergerakan indeks bursa saham global sebesar 58,99%, Hongkong (Hang Seng) 52,23%, Korea (KOSPI) 47,35%, Australia (All Ord), 27,11%, USA (DJIA) 19,31%, UK (FT100) 18,66%, Japan (Nikkei 225) 14,09%.
Sementara disinggung permasalahan Bank Century, dirinya berpendapat bahwa penyelamatan bank sangat dibutuhkan agar tidak berakibat pada rush pada semua sisi. "Penyelamatan Bank Century sangat dibutuhkan pada saat itu, jika tidak dilakukan maka semua akan rush," tegasnya.
Fanny Rifqi El Fuad selaku Kuasa Perwakilan PIPM Pekalongan menuturkan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memberikan informasi terkini tentang pasar modal bagi wartawan di Pekalongan. "Ini adalah workshop yang ketiga di Pekalongan, yang bertujuan memberikan informasi terkini mengenai industri pasar modal di Indonesia khususnya paska gejolak krisis keuangan di Indonesia," ungkapnya.
"Ternyata tidak seperti yang diduga oleh kebanyakan pengamat bahwa pasar modal kita telah pulih dengan naiknya IHSG di level 2.500 yang berarti 80% dari bulan Januari," bebernya. (dal)

0 komentar