Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Rabu, 26 November 2008

Kerajinan Rotan Lokal Tidak Terkena Krisis Ekonomi Global

Keberadaan penjual kerajinan kayu rotan banyak ditemukan di Pekalongan. Usaha kerajinan rotan lokalan ini ternyata tidak begitu terpengaruh oleh adanya persoalan ekonomi yang kini sedang ramai-ramaianya. Kerajinan seperti apakah yang kini tidak ikut terkena imbas krisis itu?

PEKALONGAN - Berbagai kerajinan rotan kini mulai tumbuh berkembang di Pekalongan. Mereka membuat berbagai produk menarik dari bahan baku kayu rotan. Mulai dari meja, kursi, gantungan baju, lemari, sketseel, nanekin atau tempat baju, hingga beragam kreasi lainnya. Produk kerajinan ini untuk sementara hanya dipasarkan di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Pembuatnya pengrajin dari Pekalongan sendiri. Salah satu pemiliknya adalah Muhammad, yang kini membuat berbagai kerajinan ini dengan nama Kreasi Rotan Indah di Jalan Slamet Bendan Pekalongan.
Keadaan ekonomi global yang sedang kacau saat ini. Ternyata tidak berpengaruh terhadap produk kerajinan rotannya. Hal ini disebabkan karena, produk miliknya hanya menjangkau pasaran lokal saja. Sehingga harga produksi saat ini tidak banyak mengalami perubahan.
Untuk memperoleh bahan baku rotan, dirinya belanja dari wilayah Cirebon. Walaupun demikian, kayu rotan tersebut berasal dari luar Jawa. Diantaranya dari pulau Kalimantan.
Perubahan harga terjadi saat pemerintah menaikkan harga BBM. Kenaikanpun terjadi sekitar 25 persenan. Dicontohkan, seperti kursi tamu rotannya dari harga Rp 900 ribuan, kini menjadi Rp 1,3 jutaan. Sedangkan sketsell menjadi Rp 330 ribuan dari harga semula Rp 285 ribuan.
Untuk tempat baju yang biasa di pajang di gerai-gerai baju atau biasa disebut manekin dibandrolnya dengan harga Rp 150 ribuan per buahnya. Kebanyakan saat ini yang melakukan pesanan dari para pemilik toko baju.
Semua produk kerajinan rotan tersebut, setelah selesai dirakit. Diberikan cat dasar sesuai dengan pilihan pemesan. Bisa coklat, kuning, putih, hitam atau lainnya. Kemudian baru diberi bahan pengkilap yang disemprotkan ke semua bagian. Untuk konsumen di Pekalongan lebih banyak memesan dengan warna coklat, dengan alasan agar seperti warna aslinya.
Tentu saja, usaha kerajinan rotan lokalan ini tidak terkena imbas dengan adanya krisis ekonomi global. Nah, bagaimanakah dengan para pengrajin rotan yang sudah mengekspor produknya ke luar negeri? (dalal muslimin)

0 komentar