Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Senin, 15 Desember 2008

Perang Tarif diluar Telkomsel Masih Akan Terjadi

KOMPAK - VP Telkomsel Area Jawa Bali, Gilang Prasetya, GM Sales & Customer Services Telkomsel Regional Bali Nusra, Hastining Bagyo Astuti, GM Sales & Customer Services Telkomsel Regional Jateng-DIY Roosman Koeshendarto, dan GM Sales & Customer Services Telkomsel Jawa Timur Tavadi Rismayuda, saat memberikan penjelasan dalam Press Gathering Area Jawa Bali 2008 di Malang - Jawa Timur.

MALANG - Tanggung jawab dan upaya untuk menyelaraskan kecepatan ekspansi pembangunan jaringan dengan peningkatan kualitas layanan diemban oleh Telkomsel Area Jawa Bali (Jateng - DIY, Jawa Timur, dan Bali - Nusa Tenggara). Perang tarif yang kini sedang terjadi antar operator seluler juga masih tetap akan terjadi.
Seperti disampaikan oleh VP Telkomsel Area Jawa Bali, Gilang Prasetya didampingi GM Sales & Customer Services Telkomsel Regional Jateng - DIY, Regional Jatim, dan Regional Bali Nusra dalam kesempatan jumpa pers dengan 75 mitra wartawan peserta Press Gathering Area Jawa Bali 2008 di Malang - Jawa Timur. "Saat ini Telkomsel di Area Jawa Bali telah menghadirkan lebih dari 118.289 titik pelayanan serta jaringan yang tersebar dalam GraPARI sebanyak 15 buah, Service Outlet 4 buah, GeraiHALo 68 buah, KiosHALO 741 buah, Outlet Dealer Telkomsel 2.755 buah, M Kios 108.960 buah dan Phsyical Sharing Outlet 18 buah, serta BTS sebanyak 5.728 buah yang tersebar mulai dari pulau Karimun Jawa di Jawa Tengah hingga pulau Wetar di pelosok Maluku," ujarnya.
Menurutnya, jumlah titik pelayanan yang terus tumbuh tersebut digunakan untuk menyeimbangkan diri mengingat cepatnya pagelaran jaringan di seluruh Area Jawa Bali dengan kenaikan pertumbuhan dibandingkan 2007 yang mencapai 122% per Oktober 2008. Ini bertujuan agar Telkomsel di Area Jawa Bali dapat selalu dekat dengan 15,5 juta pelanggannya.
"Upaya Telkomsel untuk konsisten menghadirkan layanan prima melalui jaringan berkualitas ditengah suasana perang banting harga operator seluler mendapat respon positif dari pelanggan dan calon pelanggan di Jawa Bali dimana hingga November 2008, terjadi peningkatan customer base sebesar 107% dari target pencapaian untuk 2008. Persentase angka kenaikan tersebut setidaknya dapat menjelaskan kepada kita bahwa masyarakt kini makin pandai dalam memilih solusi layanan komunikasinya yang prima namun dengan harga yang masuk akal," tandas Gilang. Tingginya kepercayaan pasar ini menurutnya, juga didukung dengan kemampuan Telkomsel dalam memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok telekounikasi, yakni, jaringan yang luas, jaringan berkualitas, fasilitas produk yang lengkap, kenyamanan pelayanan purna jual, serta tarif yang wajar.
Inovasi simPATI Talkmania juga mendapat sambutan luar biasa. "Sejak diluncurkan pada medio Juni lalu, program Talkmania mampu mengantarkan jumlah pelanggan simPATI di Area Jawa Bali melebihi target yang ditetapkan, sejak awal tahun rata-rata mencapai 110% hingga November 2008 dikisaran 10 juta pelanggan," imbuh Gilang. Begitu pula dengan Kartu As Fress yang menurut Gilang, pertumbuhannya di Area Jawa BAli cukup menggembirakan sejak diluncurkan di pasaran. Pertumbuhan pelanggannya per November mencapai 264% dengan didukung oleh program school community yang juga turut meningkat hingga 163% dalam periode yang sama.
"Di Area Jawa Bali, meski kami memprediksikan perang tarif dari operator di luar Telkomsel masih akan terjadi hingga paruh semester pertama dan kemungkinan terjadinya krisis ditataran lingkup global, namun kami akan berusaha selalu konsisten memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya baik yang berada di tanah air maupun pelanggan yang sedang berada di luar negeri yang kerap menggunakan layanan T-Remittance dan simPATI Kangen," ujarnya.
Hastining Bagyo Astuti, GM Sales & Customer Services Telkomsel Regional Bali Nusra menuturkan, upaya peningkatan layanan akan dilakukan untuk membuka keterisolasian daerah terpencil yang berpenghuni di NTB dan NTT dengan kenyamanan berkomunikasi, "Upaya ini sejalan dengan program Telkomsel Merah Putih yang telah dilakukan. Dengan memperkuat jaringannya bagi penguna layanan transportasi bahari dan pulau-pulau terluar Indonesia. Akan sangatsesuai dilakukan mengingat kondisi geografis di Nusa Tenggara merupakanj jajaran kepulauan. Keseimbangan antara bisnis dengan sosial kemasyarakatan melalui Corporate Social Responcibility bisa dilakukan secara bersamaan melalui Program Telkomsel Merah Putih," ujarnya.
Sementara itu, Telkomsel akan komit beraktivitas dengan pendekatan kelokalan yang menyentuh emotional bonding, GM Sales & Customer Services Telkomsel Regional Jateng-DIY Roosman Koeshendarto mengatakan, "Di Jateng - DIY sendiri, banyak pesantren yang dapat dibantu untuk edukasi. Bagaimana memaksimalkan layanan seluler untuk melakukan suatu usaha. Belum lagi komunitas kampus dan sekolah di Yogyakarta yang dapat diarahkan untuk menyalurkan kreatifitasnya dalam membuat konten seluler," tuturnya.
Senada dikatakan GM Sales & Customer Services Telkomsel Jawa Timur Tavadi Rismayuda, "Tahun depan Telkomsel di Aren Jawa Bali, selain mengedukasi layanan blackberry dan broadband kecepatan tingi, juga akan tetap fokus pada bisnis kenten seperti NSP 1212 dan T-Cash sebagai momentum kebangkitan less cah society di Indonesia dimana Telkomsel yang mempeloporinya," ujarnya. (dalal muslimin)

0 komentar