Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Rabu, 02 Desember 2009

Inflasi November Jateng Cukup Rendah

SEMARANG - Berdasarkan data BPS, perkembangan harga barang dan jasa di Jateng pada bulan Oktober 2009 masing-masing tercatat sebesar 0,30% (mtm) dan 2,89% (yoy). Sementara itu, berdasarkan hasil Rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga (TPPH) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 25 November 2009 yang membahas perkembangan harga beberapa komoditas penting penyumbang inflasi dapat disimpulkan bahwa pada bulan November 2009 secara umum diperkirakan akan terjadi kenaikan harga dalam kisaran yang cukup rendah dari harga bulan sebelumnya.
Seperti dijelaskan Wakil Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Harga (TPPH) Provinsi Jawa Tengah, Mahdi Mahmudy (25/11).
Dari hasil pemantauan barang dan jasa oleh dinas terkait seperti Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perum BULOG, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Survei Pemantauan Harga (SPH) Kantor Bank Indonesia Semarang. Dapat diketahui bahwa beberapa komoditas yang diperkirakan mengalami kenaikan harga adalah minyak goreng, kacang hijau, ubi kayu, kentang, cabe merah besar, cabe keriting, cabe rawit, bawang merah, tomat dan elpiji 12 kg.
Beberapa komoditas diperkirakan mengalami penurunan harga, antara lain gula pasir, daging ayam potong dan kampung, telur, bawang putih, gabah kering giling, jagung putih, kacang tanah kulit dan kubis.
Selanjutnya, terdapat beberapa rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh berbagai pihak terkait untuk dapat mengendalikan laju inflasi ke depan.
Seperti, menginformasikan secara luas kepada masyarakat terkait dengan kecukupan stok berbagai kebutuhan pokok dalam menghadapi Idul Adha, Natal dan Tahun Baru 2010, terutama beras, gula pasir, telur, daging, dan minyak goreng.
Meningkatkan pengamanan distribusi komoditas kebutuhan pokok masyarakat dalam menghadapi Idul Adha, Natal dan Tahun Baru 2010.
Meningkatkan pengawasan terhadap komoditas gula terkait dengan indikasi terjadinya mekanisme pasar oligopoly yang berpengaruh terhadap pembentukan harga.
Informasi ini akan disampaikan oleh TPPH Provinsi Jawa Tengah kepada Gubernur Provinsi Jawa Tengah dan Dewan Gubernur Bank Indonesia sebagai referensi dalam rangka pengendalian inflasi. (anang/dal)

0 komentar