Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Translate

Blogroll

BISNIS ANDA KITA

Kamis, 04 Juni 2009

Nafkahi Keluarga Dengan Jualan Stiker

PILIHAN - Jual stiker menjadi pilihan tersendiri untuk menafkahi keluarganya.
Untuk menafkahi keluarganya, penjual stiker ini berusaha dengan penuh semangat. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga untuk melanjutkan bisnis stikernya. Namun ketika modal terbatas, apa yang bisa dilakukannya?

PEKALONGAN - Berdagang stiker menjadi pilihan tersendiri bagi sebagian orang, sebagai mata pencarian guna menafkahi keluarga. Sebab peluang bisnis yang satu ini memang tidak mengenal musiman tertentu. Peminatnya juga relatif besar dan beragam dari anak-anak hingga dewasa. Seperti yang dilakukan oleh Shidiq, warga Medono yang berjualan stiker di pinggiran Jalan Urip Sumoharjo Pekalongan.
Dijelaskan bahwa dirinya sudah jualan stiker sejak 3 tahun yang lalu. Demi menghidupi keluarga. Pilihan ini juga merupakan beberapa pilihan, setelah dirinya melakukan beragam kegiatan bisnis untuk menghidupi keluarganya. "Sebelumnya saya bergelut batik di Bali sekitar 8 tahunan," ungkapnya.
Karirnya juga diawali dengan sekadar membantu temannya untuk menjual stiker. Namun karena suatu hal, akhirnya dia memutuskan untuk berjualan stiker sendiri. "Alhamdulillah hasilnya lumayan," tambahnya.
Tingkat keramaian pembelian stikerpun saat ini fluktuatif dan tidak menentu. Karena, menurutnya, peminat stiker setiap saat selalu ada. "Kadang Jumat atau Minggu ramai," ungkapnya. Keramaian ini juga terkadang terjadi saat menjelang tahun baru, hari raya atau hari libur lainnya. "Jadi, tidak bisa dipastikan ramainya kapan," tambahnya. Nah, ketika pembeli ramai dan kekurangan stok. Dirinya bingung untuk memenuhi permintaan karena terbatasnya modal usaha. "Sebenarnya butuh juga tambahan modal untuk usaha," ujarnya.
Dirinya dalam belanja stiker, awalnya sampai ke Semarang. Namun karena saat ini sudah ada sales stiker di Pekalongan, akhirnya dia memutuskan untuk berbelanja di Pekalongan saja. "Lebih dekat dan enak saja," ujarnya. Tentunya, kesemangatan ini menjadi modal awal Shidiq dalam mencari nafkah melalui jualan stiker. (dal)

0 komentar